“Jemput Mustahiq”, Terobosan Baitul Mal Aceh Selatan Hadirkan Layanan Langsung hingga Pelosok

Akurat Mengabarkan - 16 April 2026
“Jemput Mustahiq”, Terobosan Baitul Mal Aceh Selatan Hadirkan Layanan Langsung hingga Pelosok
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAcehnews.com | Aceh Selatan — Baitul Mal Aceh Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Melalui inovasi Program Jemput Mustahiq, layanan tidak lagi terpusat di Tapaktuan, melainkan hadir langsung di sejumlah kecamatan seperti Labuhanhaji Timur, Sawang, Kluet Utara, Bakongan, hingga Trumon Tengah.

Gusmawi Mustafa selaku Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Selatan kepada kbbacehnews.com Kamis, 16/04/2026 mengatakan program ini bukan sekadar perluasan titik layanan, tetapi menjadi bentuk nyata transformasi pelayanan zakat, infak, dan program sosial lainnya. Negara—melalui amil—tidak lagi menunggu, melainkan aktif menjemput kebutuhan masyarakat hingga ke gampong-gampong.

Pendekatan ini membawa perubahan signifikan bagi para mustahiq. Jika sebelumnya mereka harus menempuh perjalanan puluhan kilometer ke ibu kota kabupaten, kini layanan hadir lebih dekat, memangkas jarak, waktu, dan biaya. Selain itu, proses administrasi menjadi lebih mudah karena masyarakat dapat langsung dibimbing oleh petugas di lapangan, sehingga meminimalisir kesalahan berkas.

Tak hanya melayani, petugas juga melakukan pendampingan secara berkelanjutan. Setiap pengajuan bantuan dipantau hingga benar-benar terealisasi. Alur birokrasi pun dipangkas, menjadikan proses lebih cepat, efisien, serta responsif terhadap kondisi darurat atau kebutuhan mendesak.

Gusmawi Mustafa juga menegaskan, program ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, di mana masih banyak masyarakat yang kesulitan mengakses layanan karena faktor jarak dan keterbatasan biaya.

“Program Jemput Mustahiq ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan pelayanan zakat benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Kami tidak ingin ada mustahiq yang tertinggal hanya karena kendala jarak atau administrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan jemput bola ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih humanis dan responsif.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap proses, mulai dari pengajuan hingga penyaluran bantuan, berjalan cepat, transparan, dan tepat sasaran. Dengan hadir langsung di kecamatan, kami juga bisa memastikan data mustahiq lebih akurat serta penanganan kebutuhan mendesak bisa dilakukan segera,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap program ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat dan infak di Aceh Selatan.

“Ke depan, kami ingin layanan ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah, sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah benar-benar dirasakan secara merata oleh masyarakat,” tutupnya.

Di sisi lain, manfaat program ini juga dirasakan oleh masyarakat luas. Pemerataan akses layanan sosial kini menjangkau hingga wilayah kecamatan dan gampong, mengurangi kesenjangan antara pusat dan daerah pinggiran. Dampaknya, penyaluran bantuan menjadi lebih cepat dan tepat sasaran, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi yang tertib.

Bagi pemerintah gampong dan kecamatan, program ini memperkuat koordinasi dan validasi data. Verifikasi mustahiq dapat dilakukan secara langsung, lebih akurat, serta mengurangi beban aparatur desa. Sinergi kelembagaan pun semakin kuat, menjadikan kecamatan sebagai pusat layanan sosial yang aktif dan responsif.

Sementara itu, dari sisi kelembagaan, Baitul Mal Aceh Selatan memperoleh kemudahan dalam verifikasi lapangan, efisiensi sumber daya manusia, hingga monitoring program secara real-time. Data mustahiq yang dihasilkan pun menjadi lebih valid dan akurat, sehingga kualitas program terus meningkat.

Program Jemput Mustahiq juga membawa berbagai kemudahan tambahan, mulai dari mengurangi antrean di kantor pusat, mempercepat sosialisasi program, hingga memperluas jangkauan layanan ke wilayah terpencil. Penanganan kasus khusus pun dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Inovasi ini menjadi penegasan bahwa pelayanan publik harus terus bergerak mengikuti kebutuhan masyarakat. Baitul Mal Aceh Selatan tidak lagi menunggu, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat—menghadirkan layanan yang mudah diakses, cepat, responsif, dan tetap menjunjung tinggi martabat penerima manfaat. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!