Wagub Aceh Pimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana se-Aceh 2025

Akurat Mengabarkan - 28 Oktober 2025
Wagub Aceh Pimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana se-Aceh 2025
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAceh.News | Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana se-Aceh Tahun 2025 yang digelar di Ruang Serba Guna Kantor Gubernur Aceh Banda Aceh, Selasa (28/10/2025). Rapat ini dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., para bupati dan wali kota se-Aceh, unsur Forkopimda, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), serta perwakilan dari Polda Aceh, Kodam Iskandar Muda, dan Basarnas.

Dalam sambutannya, Wagub Fadhlullah menegaskan bahwa Aceh memiliki karakteristik geografis yang unik sekaligus menantang, terutama dalam konteks kebencanaan. Ia menyebutkan bahwa Aceh memiliki 260 pulau kecil yang menyimpan potensi sekaligus kerentanan terhadap bencana alam.

“Aceh memiliki banyak pulau indah, tapi juga rentan terhadap ancaman bencana. Tahun 2024 lalu, beberapa kabupaten/kota telah menerima bantuan dari pemerintah pusat, meski jumlahnya masih terbatas — hanya 10 daerah yang mendapatkan bantuan tahun ini,” ujar Fadhlullah.

Fadhlullah juga menyampaikan refleksi terkait perjalanan panjang Aceh pasca-konflik dan pandemi. Ia menyinggung status kekhususan Aceh yang lahir dari Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki, yang memberi daerah ini kewenangan khusus melalui dana otonomi. Namun demikian, menurutnya, Aceh masih membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah pusat.

“Secara de facto, Aceh baru 20 tahun menjalani masa damai. Kita pernah merasakan masa sulit — dari konflik hingga pandemi. Namun kini, Alhamdulillah, aceh masih menjadi daerah yg kondusif baik tentang bencana maupun tingkat kriminalitas. Aceh termasuk yang terendah di Indonesia. Saat daerah lain mengalami demonstrasi anarkis, Aceh tetap kondusif,” tutur Fadhlullah.

Ia menambahkan, pernyataan tersebut bukanlah keluhan, melainkan bentuk harapan agar pemerintah pusat terus memperhatikan pembangunan dan penanggulangan bencana di Tanah Rencong.

“Kami berharap Bapak dan seluruh jajaran di pusat bisa melihat langsung kondisi Aceh dan memberi perhatian lebih. Kami sangat mengapresiasi kehadiran Kepala BNPB dan rombongan di daerah kami,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah pusat terhadap penguatan mitigasi bencana di Aceh. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Aceh sejak masa tugasnya di lembaga lain.

“Saya pernah bertugas di BIN dan sangat dekat dengan Aceh. Kami hadir bukan sekadar formalitas, tapi karena kami mencintai Aceh. Letak Aceh yang jauh dari pusat tidak boleh membuat kita abai,” tegas Suharyanto.

Ia juga menyinggung kesamaan antara Aceh dan Jepang sebagai wilayah yang rawan gempa. Menurutnya, Jepang bisa menjadi contoh bagi Indonesia dalam membangun sistem mitigasi yang tangguh.

“Kita tahu Jepang sering diguncang gempa, tapi mereka bisa menjadi bangsa yang maju dan siap menghadapi bencana. Kami berharap ke depan bisa menjalin kerja sama dengan pemerintah Jepang dalam penanganan bencana di Aceh,” ujarnya.

Letjen Suharyanto menambahkan, frekuensi gempa kecil di Aceh bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Justru, katanya, aktivitas seismik kecil dapat menjadi indikasi bahwa tekanan bumi sedang dilepaskan secara bertahap. “Kalau tidak ada gempa sama sekali, justru itu yang harus kita waspadai,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Suharyanto menegaskan bahwa sejak Presiden Prabowo Subianto memimpin pemerintahan, perhatian terhadap isu kebencanaan menjadi prioritas nasional. Pemerintah berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengantisipasi dan menangani bencana di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Aceh. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

Transformasi Digital Jadi Fokus, Gubernur Aceh Tekankan Transparansi di RUPS Bank Aceh Syariah 2025

Transformasi Digital Jadi Fokus, Gubernur Aceh Tekankan Transparansi di RUPS Bank Aceh Syariah 2025

Berita   Nanggroe   News
Waspada Cuaca Ekstrem, Sekda Aceh Instruksikan Posko Siaga Nonstop 24 Jam

Waspada Cuaca Ekstrem, Sekda Aceh Instruksikan Posko Siaga Nonstop 24 Jam

Berita   Nanggroe   News
Meski Mundur, Oknum Kades Diduga Masih Kuasai Dana Desa, Kaliber Desak Kejari Bertindak

Meski Mundur, Oknum Kades Diduga Masih Kuasai Dana Desa, Kaliber Desak Kejari Bertindak

Berita   Nanggroe   News
Doa Nenek Jadi Kekuatan, Edi Saputra Melaju ke Audisi Dangdut Academy

Doa Nenek Jadi Kekuatan, Edi Saputra Melaju ke Audisi Dangdut Academy

Berita   Nanggroe   News
Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Genjot Pembangunan Jembatan Pasi Rasian

Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Genjot Pembangunan Jembatan Pasi Rasian

Berita   Nanggroe   News
Mukarramah Fadhullah Dorong Kader PKK Optimalkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

Mukarramah Fadhullah Dorong Kader PKK Optimalkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

Berita   Nanggroe   News
JKA Dipreteli, Nyawa Rakyat Aceh Dipertaruhkan

JKA Dipreteli, Nyawa Rakyat Aceh Dipertaruhkan

Berita   Headline   News
“𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿𝗸𝗮𝗵 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗔𝗰𝗲𝗵? 𝗜𝗻𝗶 𝗝𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵, 𝗛𝗶𝗸𝗮𝘆𝗮𝘁 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮, 𝗱𝗮𝗻 𝗙𝗮𝗸𝘁𝗮 ‘𝗦𝗲𝗿𝗮𝗺𝗯𝗶 𝗠𝗲𝗸𝗸𝗮𝗵’ 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝘁𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮!”

“𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿𝗸𝗮𝗵 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗔𝗰𝗲𝗵? 𝗜𝗻𝗶 𝗝𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵, 𝗛𝗶𝗸𝗮𝘆𝗮𝘁 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮, 𝗱𝗮𝗻 𝗙𝗮𝗸𝘁𝗮 ‘𝗦𝗲𝗿𝗮𝗺𝗯𝗶 𝗠𝗲𝗸𝗸𝗮𝗵’ 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝘁𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮!”

News   Peristiwa
Bekas Longsoran Batu Menggantung di Jalur Tapaktuan–Medan, Ketua RAPI Aceh Selatan Desak Penanganan Cepat

Bekas Longsoran Batu Menggantung di Jalur Tapaktuan–Medan, Ketua RAPI Aceh Selatan Desak Penanganan Cepat

Berita   Nanggroe   News
Dikebut TNI, Dua Jembatan Strategis di Aceh Selatan Masuki Tahap Konstruksi Penting

Dikebut TNI, Dua Jembatan Strategis di Aceh Selatan Masuki Tahap Konstruksi Penting

Berita   Nanggroe   News
error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!