Proyek Bronjong Tanpa Papan Informasi di Babusalam Agara, Tuai Sorotan Kaliber Aceh

Akurat Mengabarkan - 9 Februari 2026
Proyek Bronjong Tanpa Papan Informasi di Babusalam Agara, Tuai Sorotan Kaliber Aceh
Proyek pengerjaan bronjong pasca banjir yang berlokasi tepatnya di Desa Muara Lawe Bulan, Kecamatan Babusalam, Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh, menuai sorotan. Proyek tersebut diduga tidak memenuhi mekanisme dan spesifikasi teknis pengerjaan yang ditetapkan dalam RAB pembangunan infrastruktur sesuai dengan ketentuan undang-undang dan peraturan yang berlaku.  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAcehnews.com | Aceh Tenggara – Proyek pengerjaan bronjong pasca banjir yang berlokasi tepatnya di Desa Muara Lawe Bulan, Kecamatan Babusalam, Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh, menuai sorotan. Proyek tersebut diduga tidak memenuhi mekanisme dan spesifikasi teknis pengerjaan yang ditetapkan dalam RAB pembangunan infrastruktur sesuai dengan ketentuan undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Pasalnya berdasarkan hasil penelusuran dilokasi proyek tersebut pada Senin 9 Februari 2026 bahwa terlihat material batu kali diambil dari lokasi pengerjaan proyek. Selain itu banyak batu ukuran kecil juga ikut dimasukkan oleh pekerja, sehingga dikhawatirkan material tidak sesuai dengan standar nya.

Selain tidak ditemukan papan informasi proyek di lokasi, dan pihak pengawas juga tidak berada saat penelusuran pihak media. Serta semua material batu yang digunakan dalam proyek bronjong ini langsung di ambil dari lokasi setempat dengan menggunakan alat berat.

Salah satu pekerja di lokasi, yang ditemui pada Senin (9/2/26), tapi enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa kami hanya sebagai pekerja saja. Sedangkan pihak pengawas juga kami tidak tau ujarnya singkat kepada pihak media.

“Soal anggaran berapa saya tidak tahu. Karena kami hanya sebagai pekerja saja. Kalau mau tanya kejelasan silahkan jumpai pengawasnya saja pak.” jelasnya.

Namun informasi didapat bahwa pengerjaan proyek tersebut dikerjakan oleh pihak Balai Wilayah Sungai (BWS).

Kemudian pengerjaan proyek ini mengundang perhatian dari ketua Lsm Kaliber Aceh Zoel Kenedi, seharusnya setiap pengerjaan proyek yang bersumber dari anggaran negara harus transparan dan pihak pengawas harus selalu berada di tempat. Sebut ZK Agara.

mengingat pentingnya kepatuhan terhadap standar dan regulasi dalam pembangunan infrastruktur demi keamanan dan kualitas hasil kerja yang optimal. Kejelasan mengenai asal usul material dan pelaksanaan proyek diharapkan dapat segera diperoleh guna memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengerjaan proyek ini. Tambah ZK Agara.[Hidayat]

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!