Podcast Kito Episode 5: Baitul Mal Aceh Selatan Angkat Tema “Dari Mustahik Menuju Muzakki”

Akurat Mengabarkan - 8 April 2026
Podcast Kito Episode 5: Baitul Mal Aceh Selatan Angkat Tema “Dari Mustahik Menuju Muzakki”
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAcehnews.com | Aceh Selatan – Baitul Mal Aceh Selatan kembali menghadirkan tayangan edukatif dan inspiratif melalui program unggulannya, Podcast Kito – Sahabat Zakat, yang tayang di Channel YouTube Podcast Kito, Selasa (7/4/2026) pukul 20.00 WIB.

Memasuki Episode 5, podcast ini mengangkat tema besar “Dari Mustahik Menuju Muzakki”, sebuah konsep dalam ajaran Islam yang menggambarkan perjalanan mulia dari penerima zakat menjadi pemberi zakat. Tema ini tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga menekankan nilai kemanusiaan, kemandirian, serta keberkahan hidup.

Episode ini menghadirkan narasumber Tgk. Sairul Bahri, yang juga dikenal sebagai pimpinan Dayah Raudhatussunnah Al Waliyyah di Gampong Durian Kawan, Kecamatan Kluet Timur. Diskusi dipandu oleh Sepri Kurniadi, yang juga merupakan Pengurus MPD Pemuda ICMI Aceh Selatan.

Dalam pengantarnya, host menyampaikan pesan yang menggugah bahwa zakat bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan energi perubahan yang mampu mengangkat taraf hidup seseorang.

“Dari tangan yang menerima, menjadi tangan yang memberi. Dari yang dibantu, menjadi yang membantu. Inilah perjalanan kemuliaan dalam zakat,” ungkap Sepri.

Lebih lanjut, Tgk. Sairul Bahri menjelaskan bahwa konsep “Dari Mustahik Menuju Muzakki” merupakan tujuan ideal dalam sistem zakat Islam. Zakat tidak hanya berfungsi meringankan beban sementara, tetapi juga menjadi instrumen untuk membangun masa depan yang mandiri dan bermartabat.

“Zakat itu bukan untuk membuat seseorang terus bergantung, tetapi untuk mengangkat derajatnya. Ketika seorang mustahik mampu bangkit dan akhirnya menjadi muzakki, di situlah zakat telah bekerja secara sempurna,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa peran Baitul Mal sangat strategis dalam mendorong transformasi tersebut, tidak hanya melalui penyaluran bantuan konsumtif, tetapi juga lewat program pemberdayaan berkelanjutan seperti bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, pemberdayaan UMKM, hingga dukungan pendidikan.

Menurutnya, zakat produktif menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan perubahan jangka panjang. Dengan pengelolaan yang tepat, zakat dapat menjadi modal usaha yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga bahkan komunitas.

“Zakat yang dikelola dengan baik akan melahirkan kekuatan ekonomi umat. Dari satu usaha kecil, bisa tumbuh harapan besar,” tambahnya.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada aspek ekonomi, melainkan juga pada pola pikir dan mentalitas. Dibutuhkan semangat, usaha, dan keyakinan untuk keluar dari kondisi ketergantungan.

“Jangan pernah merasa cukup hanya sebagai penerima. Jadikan zakat sebagai pijakan untuk melangkah lebih tinggi. Bangkitlah, karena setiap usaha adalah jalan menuju perubahan,” pesannya penuh motivasi.

Sebagai Ketua Dewan Pengawas, ia juga menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi fondasi utama dalam membangun sistem zakat yang kuat dan berkelanjutan.

Dalam pesannya kepada para mustahik, ia menyampaikan kalimat yang menyentuh:

“Jangan merasa kecil karena menerima zakat. Itu adalah hak yang Allah berikan. Tetapi niatkan dalam hati, suatu hari nanti kita akan menjadi orang yang memberi. Karena sebaik-baik tangan adalah tangan yang di atas.”

Sementara itu, kepada masyarakat Aceh Selatan, ia mengajak untuk menyalurkan zakat dan infak melalui Baitul Mal agar pengelolaannya lebih terarah, merata, dan memberikan dampak luas bagi kesejahteraan umat.

Menutup podcast, Sepri Kurniadi kembali menegaskan bahwa zakat bukan sekadar angka yang ditunaikan, melainkan harapan yang ditumbuhkan dan masa depan yang dibangun.

“Setiap rupiah zakat yang kita keluarkan bukan hanya membantu hari ini, tetapi menanam harapan untuk esok yang lebih baik. Zakat adalah jembatan perubahan, dari mustahik menuju muzakki,” tutupnya.

Melalui Podcast Kito – Sahabat Zakat, Baitul Mal Aceh Selatan terus berkomitmen menghadirkan edukasi publik yang terbuka, transparan, dan inspiratif, sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun kekuatan zakat demi terwujudnya Aceh Selatan yang lebih peduli, produktif, dan madani. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!