KBBAcehnews.com | Tapaktuan – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan, H Baital Mukadis SE, menghadiri acara Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) Kabupaten Aceh Selatan pada Selasa, 20/01/2026 di Aula Perpustakaan Daerah setempat.

Dalam kesempatan tersebut Plt Bupati Baital Mukadis menegaskan pentingnya Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) sebagai fondasi utama dalam menyusun arah rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Selatan.
Menurut Baital, Aceh Selatan merupakan daerah yang kaya sumber daya alam, namun memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi.
Bencana yang terjadi baru-baru ini, kata dia, telah menimbulkan dampak serius, tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada perekonomian serta kondisi psikologis masyarakat.
https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?us_privacy=1—&gpp_sid=-1&client=ca-pub-6336868504827791&output=html&h=280&adk=152037618&adf=220257319&w=521&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1768890193&rafmt=1&armr=3&sem=mc&pwprc=5618392417&ad_type=text_image&format=521×280&url=https%3A%2F%2Fantaran.id%2Fbupati-aceh-selatan-tekankan-jitupasna-sebagai-fondasi-pemulihan-pascabencana%2F&host=ca-host-pub-2644536267352236&fwr=0&pra=3&rh=131&rw=521&rpe=1&resp_fmts=3&aieuf=1&aicrs=1&fa=27&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTAuMC4wIiwieDg2IiwiIiwiMTQzLjAuNzQ5OS4xOTMiLG51bGwsMCxudWxsLCI2NCIsW1siR29vZ2xlIENocm9tZSIsIjE0My4wLjc0OTkuMTkzIl0sWyJDaHJvbWl1bSIsIjE0My4wLjc0OTkuMTkzIl0sWyJOb3QgQShCcmFuZCIsIjI0LjAuMC4wIl1dLDBd&abgtt=6&dt=1768890181795&bpp=3&bdt=3902&idt=3&shv=r20260115&mjsv=m202601130101&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID%3Deafe318eeacbd790%3AT%3D1768890179%3ART%3D1768890179%3AS%3DALNI_MaxD_lcZvYjJtmlqzIw4uAqStV3uA&gpic=UID%3D000011e855a6b01d%3AT%3D1768890179%3ART%3D1768890179%3AS%3DALNI_MaaSH6A0kyeg8Fyb3eI1KKjdDfG6g&eo_id_str=ID%3D01586ba59782d1ff%3AT%3D1768890179%3ART%3D1768890179%3AS%3DAA-AfjbHOfDFEP21jMc7CHU_Qdne&prev_fmts=0x0%2C1521x738%2C521x280&nras=4&correlator=5541218251892&frm=20&pv=1&u_tz=420&u_his=2&u_h=864&u_w=1536&u_ah=824&u_aw=1536&u_cd=24&u_sd=1.25&dmc=8&adx=390&ady=2163&biw=1521&bih=738&scr_x=0&scr_y=0&oid=2&pvsid=7037959484228480&tmod=75084503&uas=0&nvt=1&fc=1408&brdim=0%2C0%2C0%2C0%2C1536%2C0%2C1536%2C824%2C1536%2C738&vis=1&rsz=%7C%7Cs%7C&abl=NS&fu=128&bc=31&bz=1&pgls=CAEQBBoHMS4xNTUuMA..&num_ads=1&ifi=3&uci=a!3&btvi=2&fsb=1&dtd=11719 “Karena itu, JITUPASNA bukan sekadar tahapan administratif. Ini adalah dasar bagi kita untuk menyusun rencana rehabilitasi dan rekonstruksi yang tepat sasaran, akurat, dan berkelanjutan,” ujar Baital.
Ia menekankan, forum JITUPASNA harus mampu menghasilkan data yang valid, sinergi lintas sektor, serta menerapkan prinsip build back better, yakni membangun kembali dengan kualitas yang lebih baik dan lebih aman.
“Kita tidak hanya ingin mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi memastikan masyarakat hidup dalam lingkungan yang lebih tangguh terhadap bencana,” katanya.
Baital juga mengingatkan bahwa masyarakat Aceh Selatan menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah. Warga di wilayah terdampak, menurut dia, menunggu langkah nyata agar kehidupan dapat kembali normal.
Untuk itu, ia berharap dokumen JITUPASNA yang ditetapkan dapat segera ditindaklanjuti menjadi dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang komprehensif dan operasional.“Dokumen ini harus menjadi pedoman kerja nyata, bukan sekadar arsip,” ujarnya.
Rapat tersebut diikuti unsur pemerintah daerah, instansi teknis, lembaga terkait, serta para pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal percepatan pemulihan Aceh Selatan pascabencana.
Dengan mengucapkan basmalah, Plt Bupati Aceh Selatan secara resmi membuka rapat penetapan JITUPASNA Tahun 2026, seraya berharap seluruh upaya pemulihan mendapat ridha dan kekuatan dari Allah SWT demi pengabdian terbaik kepada masyarakat Aceh Selatan. (Red)