KBBAcehnews.com | Aceh Tenggara, – Pengadaan tong sampah yang di adakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Pemerintah Aceh Tenggara diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dan standar. Sehingga seluruh tong sampah yang sudah dipasang kualitasnya sangat diragukan. Lantaran mutu nya kualitas rendah.
Berdasarkan pantauan kbbacehnews.com Kamis (8/1) disekitar Jalan Chut Nyakdin dan pusat Kota Kutacane, terlihat sejumlah tong sampah yang sudah dipasang mulai copot dan berantakan tempat nya. Apalagi proyek pengadaan tong sampah disebut-sebut menelan anggaran mencapai ratusan juta rupiah tahun anggaran 2025.
Salah seorang warga setempat kepada media ini menyebutkan bahwa mereka juga merasa heran dengan kondisi tong sampah ini. Padahal baru beberapa bulan dipasang. “Mereka pun menilai proses pengadaan tong sampah ini hanya proyek mubazir saja. Katanya
Kemudian saat ini diseputaran wilayah pusat kota Kutacane, hampir seluruh tong sampah yang sudah dipasang itu terlihat sudah kondisi rusak dan berpindah tempat. Sebagai warga kami berharap supaya tong sampah yang sudah rusak ini untuk diganti saja dengan model yang lebih sederhana saja atau bentuk keranjang saja.
“Untuk apa tong sampah yang modelnya mewah tapi kualitasnya tidak sesuai standar dan lebih bagus model biasa saja. Harap mereka.
Kemudian warga yang lain menambahkan, bahwa tong sampah yang dibagikan menggunakan bahan plastik tipis itu terlihat sangat mudah pecah. Sehingga tidak memiliki daya tahan untuk penggunaan jangka panjang. Hal ini menjadikan fasilitas itu tidak berfungsi maksimal sebagai sarana kebersihan.
“Seharusnya tong sampah yang penutupnya sudah hilang, bahkan sebagian mulai retak. Padahal ini anggaran untuk menuju kota yang bersih dan berkualitas. Seharusnya fasilitas yang dipasang itu harus sesuai dengan standar dan spesifikasi yang tahan lama, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,”
Terkait hal ini, Ketua Lsm Kaliber Aceh, Zoelkanedi, angkat bicara serta Ia mendesak , agar aparat penegak hukum untuk dapat mengaudit seluruh anggaran pengadaan tong sampah tahun 2025 tersebut.
“Sebab masyarakat sangat membutuhkan fasilitas yang berfungsi dan kualitas bagus, bukan hanya pajangan saja. Kalau tong sampah saja cepat rusak, bagaimana kita mau membangun budaya bersih. Tandasnya
Sampai berita ini dikirimkan ke meja redaksi wartawan kbbacehnews.com masih tetap berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada Kepala DLHH Agara, terkait proyek pengadaan tong sampah tersebut.[Hidayat]