Tapaktuan, KBBACEH.news – Pemerhati Kebijakan Aceh Selatan (PeKA) Teuku Sukandi meminta kepada Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran supaya melakukan efisiensi dan produktivitas di seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK).
“Karena berdasarkan rapat evaluasi kwartal ke ll bulan yang lalu bahwa realisasi PAD Aceh Selatan capaiannya baru 50 persen, dan angka 50 persen itu masih stagnan,” kata Teuku Sukandi kepada wartawan di Tapaktuan, Minggu (12/9/2021).
Atas kondisi tersebut, lanjutnya, ada beberapa pemikiran sebagai bahan pertimbangan yang dapat disampaikan kepada Bupati Aceh Selatan.
“Untuk itu lakukan segera efisiensi dan produktivitas di seluruh SKPK. Perkuat koordinasi, kolaborasi, intensifikasi dan ekstensifikasi terhadap sumber PAD yang sudah eksis, yang sedang dan sumber PAD yang baru,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menyarankan kepada Bupati Tgk. Amran agar melakukan revitalisasi aset Pemerintah yang tidur untuk di Aktifkan yang dikaitkan dengan peningkatan PAD.
“Lakukan evaluasi kinerja SKPK berbasis capaian PAD dengan melibatkan Tim Ahli untuk memotivasi kinerja SKPK,” sebutnya.
Tim Ahli diperlukan karena mereka tahu sumber PAD dan juga tahu capaian maksimal PAD dan yang paling penting Tim Ahli tidak dapat dibodohi oleh kepala SKPK.
Menurutnya, tidak tercapainya estimasi atau target PAD karena lemahnya kerja bidang aset BPKD Aceh Selatan dalam penataan aset daerah.
“Memang secara keseluruhan kita lihat bukan semata-mata atau serta merta kesalahan BPKD Aceh Selatan, akan tetapi hal itu bisa jadi disebabkan lemahnya dukungan Plt Sekda, Bappeda, Inspektorat dan pihak lainnya dalam mendorong dan memanajemen SKPK teknis” pungkasnya. (IS/Red).