Mengapa FIFA Tak Hukum Israel seperti Rusia padahal Terbukti Lakukan Genosida di Gaza?

Akurat Mengabarkan - 24 Oktober 2025
Mengapa FIFA Tak Hukum Israel seperti Rusia padahal Terbukti Lakukan Genosida di Gaza?
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAceh.News | Jakarta – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) tidak melarang Israel bertanding di turnamen resmi mereka, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Padahal, sejumlah pihak telah menyerukan sanksi atas agresi ke Jalur Gaza. Komisi Penyelidik PBB pun telah menyatakan Israel sudah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.

Setelah muncul laporan dari Komisi Penyidik PBB, Israel sempat bertanding melawan Norwegia pada 11 Oktober dan Italia pada 15 Oktober 2025.

Selain tim nasional, klub-klub asal Israel juga masih diizinkan tampil di berbagai kompetisi Eropa di bawah naungan UEFA.

Tak hanya sepak bola, berbagai ajang olahraga internasional lainnya pun masih memperbolehkan keikutsertaan atlet Israel.

Menanggapi seruan larangan terhadap Israel, Presiden FIFA Gianni Infantino menolak langkah tersebut dan menyebut situasinya sebagai “isu geopolitik”.

“Kami berkomitmen untuk menggunakan kekuatan sepak bola untuk menyatukan masyarakat di dunia yang terpecah belah,” ujar Infantino dalam pertemuan Dewan FIFA pada 2 Oktober 2025, dikutip dari BBC.

Menurut profesor sejarah di Universitas Georgetown Qatar, Abdullah Al-Arian, sikap FIFA terhadap Israel mencerminkan “impunitas total” yang telah dinikmati negara itu selama beberapa dekade.

“Badan-badan olahraga sering kali mencerminkan politik kekuasaan global. Mereka hanya mengikuti pola umum, di mana Israel tidak dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.

Al-Arian menilai, standar ganda itu tak lepas dari campur tangan Amerika Serikat (AS), yang menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 bersama Meksiko dan Kanada.

Ia juga menyinggung hubungan erat antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino sebagai faktor yang memperkuat posisi Israel.

“FIFA berada di bawah tekanan besar selama dua tahun terakhir, namun setiap upaya menjatuhkan sanksi terhadap Israel selalu mendapat reaksi cepat dari AS,” jelasnya.

“Amerika bahkan mengeluarkan ancaman kepada badan-badan olahraga jika mereka berani melanjutkan langkah itu,” tambahnya.

Gelombang seruan sanksi terhadap Israel

Seruan untuk menangguhkan Israel datang dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintahan hingga tokoh sepak bola dunia.

Menteri Olahraga Spanyol, Pilar Alegria, menyebut Israel seharusnya mendapat perlakuan yang sama seperti Rusia.

“(Israel) telah membunuh lebih dari 60.000 orang, termasuk anak-anak. Sulit memahami mengapa ada standar ganda. Dunia olahraga seharusnya bersikap sama tegasnya seperti terhadap Rusia,” ujarnya bulan lalu.

Sementara itu, mantan kapten timnas Perancis dan Manchester United, Eric Cantona, juga menyerukan agar FIFA dan UEFA menangguhkan partisipasi Israel.

“FIFA dan UEFA harus menangguhkan pertandingan melawan Israel. Klub-klub di mana pun harus menolak bermain melawan tim Israel,” katanya saat acara penggalangan dana untuk Palestina di London beberapa waktu lalu.

Tak hanya tokoh publik, ratusan ribu penggemar sepak bola dan kelompok pro-Palestina di berbagai penjuru dunia juga terus menyerukan aksi boikot terhadap tim Israel.

Mereka beraksi mulai dari membentangkan spanduk, aksi diam, hingga invasi lapangan di berbagai stadion. (Sumber, Kompas.com)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

Transformasi Digital Jadi Fokus, Gubernur Aceh Tekankan Transparansi di RUPS Bank Aceh Syariah 2025

Transformasi Digital Jadi Fokus, Gubernur Aceh Tekankan Transparansi di RUPS Bank Aceh Syariah 2025

Berita   Nanggroe   News
Waspada Cuaca Ekstrem, Sekda Aceh Instruksikan Posko Siaga Nonstop 24 Jam

Waspada Cuaca Ekstrem, Sekda Aceh Instruksikan Posko Siaga Nonstop 24 Jam

Berita   Nanggroe   News
Meski Mundur, Oknum Kades Diduga Masih Kuasai Dana Desa, Kaliber Desak Kejari Bertindak

Meski Mundur, Oknum Kades Diduga Masih Kuasai Dana Desa, Kaliber Desak Kejari Bertindak

Berita   Nanggroe   News
Doa Nenek Jadi Kekuatan, Edi Saputra Melaju ke Audisi Dangdut Academy

Doa Nenek Jadi Kekuatan, Edi Saputra Melaju ke Audisi Dangdut Academy

Berita   Nanggroe   News
Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Genjot Pembangunan Jembatan Pasi Rasian

Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Genjot Pembangunan Jembatan Pasi Rasian

Berita   Nanggroe   News
Mukarramah Fadhullah Dorong Kader PKK Optimalkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

Mukarramah Fadhullah Dorong Kader PKK Optimalkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

Berita   Nanggroe   News
JKA Dipreteli, Nyawa Rakyat Aceh Dipertaruhkan

JKA Dipreteli, Nyawa Rakyat Aceh Dipertaruhkan

Berita   Headline   News
“𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿𝗸𝗮𝗵 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗔𝗰𝗲𝗵? 𝗜𝗻𝗶 𝗝𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵, 𝗛𝗶𝗸𝗮𝘆𝗮𝘁 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮, 𝗱𝗮𝗻 𝗙𝗮𝗸𝘁𝗮 ‘𝗦𝗲𝗿𝗮𝗺𝗯𝗶 𝗠𝗲𝗸𝗸𝗮𝗵’ 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝘁𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮!”

“𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿𝗸𝗮𝗵 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗔𝗰𝗲𝗵? 𝗜𝗻𝗶 𝗝𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵, 𝗛𝗶𝗸𝗮𝘆𝗮𝘁 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮, 𝗱𝗮𝗻 𝗙𝗮𝗸𝘁𝗮 ‘𝗦𝗲𝗿𝗮𝗺𝗯𝗶 𝗠𝗲𝗸𝗸𝗮𝗵’ 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝘁𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮!”

News   Peristiwa
Bekas Longsoran Batu Menggantung di Jalur Tapaktuan–Medan, Ketua RAPI Aceh Selatan Desak Penanganan Cepat

Bekas Longsoran Batu Menggantung di Jalur Tapaktuan–Medan, Ketua RAPI Aceh Selatan Desak Penanganan Cepat

Berita   Nanggroe   News
Dikebut TNI, Dua Jembatan Strategis di Aceh Selatan Masuki Tahap Konstruksi Penting

Dikebut TNI, Dua Jembatan Strategis di Aceh Selatan Masuki Tahap Konstruksi Penting

Berita   Nanggroe   News
error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!