Los Pasar Inpres Tapaktuan yang baru mulai dioperasikan, Pedagang mengeluhkan sempitnya jatah lokasi jualan.

Akurat Mengabarkan - 24 Januari 2026
Los Pasar Inpres Tapaktuan yang baru mulai dioperasikan, Pedagang mengeluhkan sempitnya jatah lokasi jualan.
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Inpres Tapaktuan (HPPIT), Arzuna,  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAcehnews.com | Tapaktuan – Sejumlah pedagang sayur di Pasar Inpres Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, mengeluhkan ukuran kios atau kavling di bangunan baru yang dinilai terlalu kecil dan sempit untuk berjualan.

Bangunan khusus pedagang sayur itu diresmikan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM) pada Kamis (22/1/2026).

Salah seorang pedagang sayur, Dar, mengatakan, niat pemerintah untuk menertibkan pedagang dengan menyediakan bangunan baru patut diapresiasi. Namun, menurut dia, ukuran kavling yang tersedia belum sepenuhnya mempertimbangkan kebutuhan pedagang.

“Kalau mau menertibkan pedagang, seharusnya jangan setengah-setengah. Dagangan kami bukan satu jenis, tapi bermacam-macam sayur. Dengan ukuran kavling sekecil ini, kami tidak bisa mengeluarkan semua dagangan,” kata Dar 

Ia menilai, kondisi tersebut membuat pedagang serba tanggung dalam berjualan karena keterbatasan ruang. Dar pun berharap pemerintah dapat memberikan solusi, misalnya dengan menambah jumlah kavling untuk setiap pedagang.

“Kalau memang ukurannya seperti itu, setidaknya satu pedagang bisa diberi dua kavling agar semua jualan bisa ditata dan dipajang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pedagang Pasar Inpres Tapaktuan (HPPIT), Arzuna, menjelaskan bahwa penempatan pedagang di bangunan baru dilakukan melalui sistem undian. Undian kavling dilakukan bersamaan dengan peresmian bangunan oleh Kepala Dinas Disperindagkop Aceh Selatan, T Hasrida, bersama Kepala Bidang terkait, Mahzar.

“Pedagang sayur diundang untuk pencabutan nomor undian kavling. Dengan sistem ini, tidak ada yang merasa diperlakukan tidak adil karena semua berdasarkan undian,” kata Arzuna saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).

Menurut Arzuna, jumlah kavling yang tersedia sebanyak 116 unit. Namun, baru 54 pedagang yang mengikuti pencabutan undian karena sebagian pedagang tidak berada di pasar saat itu.

“Nanti pencabutan undian akan kita ulang bagi pedagang yang belum mendapatkan tempat,” ujarnya.

Menanggapi keluhan soal ukuran kavling, Arzuna meminta para pedagang untuk tetap bersyukur. Ia menyebutkan, ukuran setiap kavling adalah 2 x 2 meter dan dinilai sudah lebih layak dibandingkan berjualan di luar pasar menggunakan tenda darurat.

“Kalau dibandingkan berjualan di luar dengan tenda seadanya, ini tentu jauh lebih baik. Pemerintah sudah berupaya membangun gedung baru untuk pedagang,” kata Arzuna.

Ia menegaskan, pedagang yang enggan menempati kios yang telah ditetapkan pemerintah harus siap menanggung konsekuensinya sendiri. Arzuna juga berharap pedagang sayur yang masih berjualan di luar pasar dapat mematuhi aturan yang berlaku.

“Pemerintah sudah memperhatikan pedagang dan berusaha menyediakan tempat berdagang yang lebih layak. Saya sebagai Ketua HPPIT sangat berterima kasih, dan ke depan semoga bangunan pasar ini bisa terus ditambah,” pungkasnya. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

Meski Mundur, Oknum Kades Diduga Masih Kuasai Dana Desa, Kaliber Desak Kejari Bertindak

Meski Mundur, Oknum Kades Diduga Masih Kuasai Dana Desa, Kaliber Desak Kejari Bertindak

Berita   Nanggroe   News
Doa Nenek Jadi Kekuatan, Edi Saputra Melaju ke Audisi Dangdut Academy

Doa Nenek Jadi Kekuatan, Edi Saputra Melaju ke Audisi Dangdut Academy

Berita   Nanggroe   News
Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Genjot Pembangunan Jembatan Pasi Rasian

Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Genjot Pembangunan Jembatan Pasi Rasian

Berita   Nanggroe   News
Mukarramah Fadhullah Dorong Kader PKK Optimalkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

Mukarramah Fadhullah Dorong Kader PKK Optimalkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

Berita   Nanggroe   News
JKA Dipreteli, Nyawa Rakyat Aceh Dipertaruhkan

JKA Dipreteli, Nyawa Rakyat Aceh Dipertaruhkan

Berita   Headline   News
“𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿𝗸𝗮𝗵 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗔𝗰𝗲𝗵? 𝗜𝗻𝗶 𝗝𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵, 𝗛𝗶𝗸𝗮𝘆𝗮𝘁 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮, 𝗱𝗮𝗻 𝗙𝗮𝗸𝘁𝗮 ‘𝗦𝗲𝗿𝗮𝗺𝗯𝗶 𝗠𝗲𝗸𝗸𝗮𝗵’ 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝘁𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮!”

“𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿𝗸𝗮𝗵 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗔𝗰𝗲𝗵? 𝗜𝗻𝗶 𝗝𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵, 𝗛𝗶𝗸𝗮𝘆𝗮𝘁 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮, 𝗱𝗮𝗻 𝗙𝗮𝗸𝘁𝗮 ‘𝗦𝗲𝗿𝗮𝗺𝗯𝗶 𝗠𝗲𝗸𝗸𝗮𝗵’ 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝘁𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮!”

News   Peristiwa
Bekas Longsoran Batu Menggantung di Jalur Tapaktuan–Medan, Ketua RAPI Aceh Selatan Desak Penanganan Cepat

Bekas Longsoran Batu Menggantung di Jalur Tapaktuan–Medan, Ketua RAPI Aceh Selatan Desak Penanganan Cepat

Berita   Nanggroe   News
Dikebut TNI, Dua Jembatan Strategis di Aceh Selatan Masuki Tahap Konstruksi Penting

Dikebut TNI, Dua Jembatan Strategis di Aceh Selatan Masuki Tahap Konstruksi Penting

Berita   Nanggroe   News
Di Tepi Krueng Kluet, Kepemimpinan RAPI Lokal Kluet Utara Resmi Beralih ke Azhardi JZ01TLN

Di Tepi Krueng Kluet, Kepemimpinan RAPI Lokal Kluet Utara Resmi Beralih ke Azhardi JZ01TLN

Berita   Headline   News
Pemasangan Lanjutan Jembatan Aramco di Pasi Rasian dikerjakan Secara Gotong Royong oleh TNI dan Warga

Pemasangan Lanjutan Jembatan Aramco di Pasi Rasian dikerjakan Secara Gotong Royong oleh TNI dan Warga

Berita   Nanggroe   News
error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!