Korban Banjir Aceh Tamiang Mulai Diserang Penyakit, Butuh Obat dan Air Bersih

Akurat Mengabarkan - 8 Desember 2025
Korban Banjir Aceh Tamiang Mulai Diserang Penyakit, Butuh Obat dan Air Bersih
Warga Aceh Tamiang saat antre sembako di kawasan Karang Baru.(Dok PWI Aceh Tamiang)  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAceh.News | BANDA ACEH – Situasi pascabencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang kini semakin memprihatinkan.

Berdasarkan hasil asesmen lapangan yang disampaikan oleh Ketua PWI Langsa, Putra Zulfirman, kepada Posko PWI Aceh Peduli Korban Banjir dan Longsor di Banda Aceh, Ahad sore, 7 Desember 2025, korban banjir di wilayah tersebut kini mulai diserang berbagai penyakit akibat kondisi lingkungan yang tidak higienis dan keterbatasan fasilitas kesehatan di lokasi pengungsian.

Aceh Tamiang porak-poranda akibat terjangan banjir bandang yang membawa bongkahan dan kayu gelondongan menghantam dan menimbun permukiman hingga tak berbekas. (Dok PWI Aceh Tamiang)

Warga yang mengungsi di sejumlah titik melaporkan banyak yang mengalami ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), batuk, demam, penyakit kulit dan gatal-gatal, serta luka-luka akibat terbawa arus banjir maupun terkena benda tajam saat berupaya menyelamatkan diri.

Beberapa di antara mereka juga mulai mengalami gangguan pencernaan, terutama anak-anak dan lansia, akibat konsumsi air tidak layak minum dan makanan yang sudah terkontaminasi.

“Situasi di lapangan cukup berat. Banyak pengungsi termasuk anak-anak dan ibu-ibu yang mulai sakit, sementara akses terhadap obat-obatan dan tenaga medis masih sangat terbatas. Air bersih juga sulit didapat, sehingga risiko penyakit menular makin besar,” kata Putra Zulfirman dalam laporan tertulisnya kepada Posko PWI Aceh Peduli.

Ia menyebutkan, kebutuhan mendesak di lapangan saat ini bukan hanya bahan pangan, tetapi juga kebutuhan pokok untuk mendukung keselamatan dan kesehatan para korban banjir, antara lain:

1. Air minum
2. Air bersih untuk kebutuhan harian
3. Obat-obatan dasar dan antiseptik
4. Tenda pengungsian
5. Fasilitas WC portable
6. Selimut dan alas tidur
7. Kebutuhan khusus bayi dan perempuan (susu, popok, pembalut, dan pakaian dalam)
8. Pakaian layak pakai

Putra Zulfirman menegaskan, sebagian besar wilayah terdampak masih mengalami kesulitan akses transportasi karena sejumlah ruas jalan utama terputus akibat banjir dan longsor.

Kondisi tersebut membuat pengiriman bantuan logistik dan medis ke desa-desa terdampak menjadi terhambat.

“Beberapa titik pengungsian berada di lokasi yang terisolir. Perahu karet atau kendaraan tinggi sangat dibutuhkan untuk menyalurkan bantuan ke sana. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan penyakit akan semakin meluas,” ujar Putra Zulfirman sebagai penghubung kawan-kawan di Aceh Tamiang.

Sementara itu, Posko PWI Aceh Peduli Korban Banjir dan Longsor di Banda Aceh terus berkoordinasi dengan jaringan wartawan daerah, lembaga kemanusiaan, dan pihak pemerintah untuk mempercepat distribusi bantuan.

Koordinator Posko Bantuan Kemanusiaan PWI Aceh, Muhammad Saman mengimbau seluruh pihak untuk memperhatikan kondisi para korban banjir di Aceh Tamiang yang kini mulai menghadapi ancaman kesehatan serius.

“Bantuan obat-obatan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya sangat dibutuhkan segera. Kami mengajak semua elemen masyarakat, instansi, dan relawan untuk turut membantu saudara-saudara kita di Aceh Tamiang yang sedang berjuang menghadapi masa sulit ini,” kata Muhammad Saman.

Banjir besar yang melanda 18 Kabupaten/Kota di Aceh sejak 26 November 2025 disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari, ditambah dengan meluapnya sejumlah sungai.

Puluhan ribu rumah warga terendam, ribuan hektare lahan pertanian rusak, dan ratusan ribu jiwa terpaksa mengungsi, dan ratusan korban jiwa.

Meski air di beberapa titik mulai surut, namun ancaman penyakit pascabanjir kini menjadi fokus utama penanganan.

Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, dan berbagai lembaga kemanusiaan tengah berupaya mempercepat penyaluran bantuan serta membangun fasilitas sementara untuk kebutuhan air bersih dan sanitasi.

“Korban sudah lelah secara fisik dan mental. Jika masalah kesehatan tidak segera diatasi, maka dampaknya bisa jauh lebih parah daripada banjir itu sendiri,” tambah Putra Zulfirman.

Warga berharap pemerintah pusat dan provinsi segera mengirim bantuan medis, tenaga kesehatan, dan logistik tambahan agar kondisi di pengungsian tidak semakin memburuk. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

“𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿𝗸𝗮𝗵 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗔𝗰𝗲𝗵? 𝗜𝗻𝗶 𝗝𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵, 𝗛𝗶𝗸𝗮𝘆𝗮𝘁 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮, 𝗱𝗮𝗻 𝗙𝗮𝗸𝘁𝗮 ‘𝗦𝗲𝗿𝗮𝗺𝗯𝗶 𝗠𝗲𝗸𝗸𝗮𝗵’ 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝘁𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮!”

“𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿𝗸𝗮𝗵 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗔𝗰𝗲𝗵? 𝗜𝗻𝗶 𝗝𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵, 𝗛𝗶𝗸𝗮𝘆𝗮𝘁 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮, 𝗱𝗮𝗻 𝗙𝗮𝗸𝘁𝗮 ‘𝗦𝗲𝗿𝗮𝗺𝗯𝗶 𝗠𝗲𝗸𝗸𝗮𝗵’ 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝘁𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮!”

News   Peristiwa
Bekas Longsoran Batu Menggantung di Jalur Tapaktuan–Medan, Ketua RAPI Aceh Selatan Desak Penanganan Cepat

Bekas Longsoran Batu Menggantung di Jalur Tapaktuan–Medan, Ketua RAPI Aceh Selatan Desak Penanganan Cepat

Berita   Nanggroe   News
Dikebut TNI, Dua Jembatan Strategis di Aceh Selatan Masuki Tahap Konstruksi Penting

Dikebut TNI, Dua Jembatan Strategis di Aceh Selatan Masuki Tahap Konstruksi Penting

Berita   Nanggroe   News
Di Tepi Krueng Kluet, Kepemimpinan RAPI Lokal Kluet Utara Resmi Beralih ke Azhardi JZ01TLN

Di Tepi Krueng Kluet, Kepemimpinan RAPI Lokal Kluet Utara Resmi Beralih ke Azhardi JZ01TLN

Berita   Headline   News
Pemasangan Lanjutan Jembatan Aramco di Pasi Rasian dikerjakan Secara Gotong Royong oleh TNI dan Warga

Pemasangan Lanjutan Jembatan Aramco di Pasi Rasian dikerjakan Secara Gotong Royong oleh TNI dan Warga

Berita   Nanggroe   News
Harga Pupuk Subsidi Melebihi Het, Lsm Kaliber Aceh Desak KP3 Evaluasi Seluruh Distributor dan Kios di Aceh Tenggara

Harga Pupuk Subsidi Melebihi Het, Lsm Kaliber Aceh Desak KP3 Evaluasi Seluruh Distributor dan Kios di Aceh Tenggara

Berita   Nanggroe   News
Petani Leuser Mengeluh, Harga Pupuk Urea Subsidi Tembus Rp125 Ribu per Zak

Petani Leuser Mengeluh, Harga Pupuk Urea Subsidi Tembus Rp125 Ribu per Zak

Berita   Headline   News
Satreskrim Polres Aceh Selatan Ringkus Pelaku Pencurian Minyak Nilam di Kluet Utara

Satreskrim Polres Aceh Selatan Ringkus Pelaku Pencurian Minyak Nilam di Kluet Utara

Berita   Nanggroe   News
KEDALAMAN AKAL DAN KEHENINGAN UCAPAN

KEDALAMAN AKAL DAN KEHENINGAN UCAPAN

Kolom   News
Ketua Baitul Mal Aceh Selatan Tinjau Griya Tuan Tapa, Tegaskan Dana Umat Harus Berdampak Nyata

Ketua Baitul Mal Aceh Selatan Tinjau Griya Tuan Tapa, Tegaskan Dana Umat Harus Berdampak Nyata

Berita   Nanggroe   News
error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!