KBBAcehnews.com | JAKARTA — Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) mengerahkan ratusan personel tambahan ke wilayah Papua Tengah dan Maluku Utara menyusul memanasnya konflik yang hingga berujung pada penyerangan terhadap aparat keamanan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat dalam menjaga stabilitas keamanan serta mengantisipasi dinamika di lapangan.
Pengecekan kesiapan pasukan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolri, Dedi Prasetyo, di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Sabtu (4/4/2026).
“Polri mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan untuk memperkuat pengamanan dan penanganan situasi di Papua Tengah dan Maluku Utara,” ujar Trunoyudo dalam keterangan tertulis, Senin (6/4/2026).
Trunoyudo merinci, sebanyak 100 personel Brimob dikerahkan ke Papua Tengah. Selain itu, tim Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) sebanyak delapan personel dibagi untuk dua wilayah, kemudian tim Badan Intelijen dan Keamanan (BIK) sebanyak 10 personel untuk Papua Tengah.
Tak hanya itu, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) turut mengirimkan 26 personel yang juga dibagi ke dua wilayah, serta tim Bareskrim sebanyak 20 personel khusus untuk Papua Tengah.
Pengerahan tambahan personel di Halmahera Tengah, Maluku Utara, dilakukan menyusul konflik antarwarga yang dipicu kasus pembunuhan di Desa Bobane Jaya.
“Peristiwa itu berkembang menjadi aksi saling serang antara warga Desa Bobane Jaya dan Desa Sibenpopo yang mengakibatkan korban jiwa, pembakaran rumah warga, fasilitas umum, hingga satu unit tempat ibadah,” jelasnya.
Sementara itu, penguatan personel di Dogiyai, Papua Tengah, dilakukan setelah insiden penganiayaan berat terhadap anggota Polri, Bripda Juventus Edowai, oleh orang tak dikenal hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Dalam penanganannya, Polri menegaskan tetap mengedepankan pendekatan humanis disertai penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kekerasan.
“Kami juga mengedepankan pendekatan humanis serta penegakan hukum terhadap para pelaku kekerasan,” tambah Trunoyudo.
Polri turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Saat ini, aparat masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan di Halmahera Tengah maupun penyerangan di Dogiyai.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, tidak terpengaruh isu hoaks maupun provokasi yang dapat memperkeruh keadaan,” pungkasnya. (Red)