Kalangan Petani Kakao Kecamatan Bambel Apresiasi Sekolah Lapangan Dinas Pertanian Aceh Tenggara

Akurat Mengabarkan - 25 Desember 2025
Kalangan Petani Kakao Kecamatan Bambel Apresiasi Sekolah Lapangan Dinas Pertanian Aceh Tenggara
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAcehnews.com | Aceh Tenggara, – Kalangan petani kakao kecamatan Bambel kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Dinas Pertanian setempat. Karena melakukan program Sekolah Lapangan (SL) khususnya untuk para petani kakao. Kegiatan sekolah lapangan yang dilaksanakan dinas pertanian ini patut kita dukung dan kita apresiasi. Karena banyak ilmu yang kami dapat dari pemateri tentang kakao seperti, cara merawat kakao atau metode pemangkasan, pemupukan, mengatasi hama pada kakao dan lainnya.

“Semenjak saya mengikuti pelatihan di kegiatan Sekolah Lapangan ini banyak sekali manfaatnya bagi saya, karena selama ini saya sebagai petani kakao banyak hal yang belum saya ketahui tentang perawatan tanaman” Alhamdulillah sekarang saya sudah faham tata cara merawat kakao. Ujar Iran kepada kbbnews.aceh Kamis 25 Desember 2025 salah seorang petani kakao desa Kuning 1 Kecamatan Bambel.

Langkah yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Aceh Tenggara ini harus kita dukung, hendaknya kegiatan program Sekolah Lapangan ini bisa berkelanjutan Agricultural Practices dilakukan setiap tahun nya. Sehingga para petani kakao di Aceh Tenggara bisa lebih memahami tentang perawatan tanaman kakao, untuk meningkatkan kualitas panen. Karena tanaman kakao di Aceh Tenggara komoditi unggulan di Provinsi Aceh dan kualitas kakao kita cukup bagus dan sudah dikenal ke manca negara. Harap petani kakao lainnya.

Diberitakan sebelumnya dinas Pertanian Aceh Tenggara melaksanakan kegiatan Sekolah Lapangan untuk petani kakao di. Sekolah Lapangan ini tidak terlepas untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan para petani dalam menerapkan praktik budidaya kakao yang berkelanjutan dan produktif hasilnya kedepan.

Kegiatan sekolah lapangan ini bertemakan, “Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Menuju Budidaya Kakao Berkelanjutan di Aceh Tenggara”.

Karena kondisi tanah wilayah Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, sangat subur pertumbuhan komoditi kakao sehingga memiliki potensi besar dalam sektor perkebunan kakao, dimana kakao merupakan salah satu komoditi unggulan yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal kita untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Jelas Riskan SP selaku Kepala Dinas Pertanian kemarin.

Sebab komoditi kakao merupakan komoditi unggulan didaerah sepakat segenap ini, yang sangat berkontribusi signifikan sebagai penghasil terbesar perekonomian lokal daerah ini.

Program Sekolah Lapangan ini sangat penting dilakukan, karena masih banyak petani kakao kita yang menghadapi berbagai masalah dalam merawat kakao, diantaranya serangan hama atau Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), yang sangat mempengaruhi hasilnya, biaya produksi yang kadang tidak seimbang, dan penerapan Teknik budidaya yang belum optimal.

Tentu dengan adanya Sekolah Lapangan ini sangat membantu petani kakao kita. Sehingga pemerintah daerah melalui dinas pertanian harus berkontribusi dan berkomitmen untuk meningkatkan ilmu pengetahuan petani kakao khususnya.

Melalui Dinas Pertanian untuk secara aktif meningkatkan kapasitas dan keterampilan para petani dalam menerapkan praktik budidaya kakao yang berkelanjutan dan produktif. Metode sekolah lapang (SL) yang mengutamakan praktik langsung di kebun dan proses belajar (learning by doing) diharapkan dapat membuat petani lebih terampil dan menjadi manajer di kebunnya masing-masing.

“Melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP), kita akan belajar bersama mengenai yaitu, teknik budidaya yang efektif, termasuk pemangkasan dan manajemen pohon penaung,
pengendalian hama terpadu (PHT) untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia, peningkatan mutu hasil panen dan pascapanen yang sesuai standar keamanan pangan, sehingga produk biji kakao kita lebih berdaya saing di pasar global,” paparnya.

Dijelaskan bahwa Sekolah Lapang ini dilaksanakan di 32 lokasi di Kabupaten Aceh Tenggara, Di mana setiap lokasi terdiri dari 35 peserta. Pelaksanaan ini akan dilaksanakan selama 5 hari di setiap lokasi. Sekolah Lapang ini dilaksanakan dengan 2 gelombang, gelombang pertama terdiri dari 18 lokasi kegiatan yang dimulai pada hari Senin tanggal 15 s/d 19 Desember 2025, gelombang kedua terdiri dari 14 lokasi yang akan dilaksanakan tanggal 22 s/d 25 Desember 2025.

Sebagai narasumber nya, dari Perhiptani, FKA, Akademisi, serta lembaga swasta yang bergerak dibidang per kakaoan yang ada di Aceh Tenggara. “Materi yang akan disampaikan oleh Narasumber pada kegiatan Sekolah Lapang (SL) ini terdiri dari : (1) Agroforestri, (2) Regen dan Good Agricultural Practices (GAP) serta Pascapanen. Tujuan akhir dari kegiatan ini bukan hanya sekadar meningkatkan produksi, melainkan juga memastikan keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan bagi seluruh petani,” papar Riskan SP, mengakhiri [Hidayat]

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!