KBBAcehnews.com | Aceh Tenggara, – Akhirnya Jembatan Garuda yang dibangun oleh personil Kodim 0108/Agara sebentar lagi akan bisa dilalui oleh kendaraan bermotor masyarakat setempat. Ini bukan pencitraan, akan tetapi ini bukti nyata pengabdian TNI kepada masyarakat yang selalu dibutuhkan kehadiran mereka. Karena di tengah keterbatasan dan medan yang tidak selalu mudah, TNI kembali membuktikan bahwa pengabdian kepada rakyat bukan sekadar slogan. Di Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, kini berdiri kokoh Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Mamas Indah dengan Desa Natam—menjadi urat nadi baru penggerak aktivitas masyarakat dua kecamatan itu.
Sebelum jembatan ini hadir, masyarakat harus berjuang melintasi akses yang sulit, terutama saat musim hujan ketika banjir melanda wilayah bumi sepakat segenap. Sehingga aktivitas ekonomi terganggu, anak-anak sekolah harus berhati-hati, dan mobilitas warga sering terhambat dikarenakan kondisi jalan terputus, imbas banjir.
Namun hari ini, persoalan tersebut semuanya berubah. Sebuah bentangan Jembatan Garuda yang sedang dikerjakan oleh personil Kodim 0108 Agara melalui Danpos Ramil Darul Hasanah rampung dikerjakan oleh mereka dan bukan hanya mempermudah perjalanan, tetapi menghadirkan rasa aman, kepastian, dan harapan baru.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari bapak Dandim 0108/Agara, Letkol Czi Arya Murdyantoro, ST melalui Danpos Ramil Darul Hasanah Peltu Dedi Cahyadi kepada kbbacehnews.com Selasa (3/3).
Kemudian beberapa warga setempat sangat mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada pihak personil TNI karena jembatan yang dibangun ini nantinya cukup membantu masyarakat untuk berlalu lintas guna membawa berbagai kebutuhan maupun hasil pertanian kami. Ujarnya
“Kepemimpinan Dandim 0108 Aceh Tenggara menunjukkan komitmen kuat bahwa TNI selalu hadir di tengah rakyat. Di bawah komando beliau, jajaran turun langsung memastikan pembangunan berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tambah warga setempat.
Kemudian Peran Danposramil Darul Hasanah, Peltu Dedi Cahyadi, juga patut mendapat apresiasi tinggi. Beliau tidak hanya mengawasi dari jauh, tetapi terlibat aktif, memastikan setiap proses berjalan dengan kualitas terbaik. Dengan dana yang minim, hasil yang dicapai justru luar biasa. Ini membuktikan bahwa bagi TNI, yang utama bukan besar kecilnya anggaran, melainkan niat tulus dan tanggung jawab terhadap rakyat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua KALIBER Aceh, Zoel Kenedi, kepada kbbacehnews.com menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi TNI dalam pembangunan Jembatan Garuda ini. Menurutnya, Jembatan Garuda adalah simbol nyata secara nasional dan TNI bukan hanya garda pertahanan negara, akan tetapi juga motor penggerak pembangunan di daerah.
Masyarakat dua kecamatan kini merasakan langsung dampaknya. Petani lebih mudah membawa hasil kebun, pedagang lebih lancar beraktivitas, anak-anak sekolah tidak lagi waswas saat melintas. Jembatan ini menjadi saksi bahwa ketika TNI dan rakyat bersatu, tidak ada hambatan yang tidak bisa dilalui.
Lebih dari sekadar infrastruktur, Jembatan Garuda adalah simbol kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian.
Pesan Peltu Dedi Cahyadi kepada masyarakat agar menjaga dan merawat jembatan tersebut menjadi ajakan moral yang kuat. Karena jembatan ini dibangun dengan kerja keras, semangat, dan hati.
Hari ini, Jembatan Garuda berdiri kokoh di Darul Hasanah. Namun yang lebih kokoh lagi adalah kepercayaan masyarakat kepada TNI. Di pelosok desa sekalipun, TNI hadir, bekerja, dan mengabdi tanpa pamrih.
Aceh Tenggara patut bangga. Rakyat patut bersyukur. Dan TNI kembali membuktikan, bersama rakyat TNI kuat, bersama TNI rakyat sejahtera.[Hidayat]