Ikuti Timnas Indonesia, Spanyol Siap Masuk Sejarah Pemboikot Piala Dunia jika Israel Lolos

Akurat Mengabarkan - 22 September 2025
Ikuti Timnas Indonesia, Spanyol Siap Masuk Sejarah Pemboikot Piala Dunia jika Israel Lolos
Timnas Spanyol tidak akan ikut alias memboikot Piala Dunia 2026 jika Israel lolos dan dibiarkan FIFA.  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAceh.News | Spanyol – Piala Dunia 2026 akan penuh kejutan. Mengikuti jejak Timnas Indonesia, Spanyol dipastikan masuk dalam sejarah para pemboikot Piala Dunia jika FIFA tetap mengizinkan Israel ikut bertanding.

Serangkaian pertandingan yang intens di berbagai zona kualifikasi telah menciptakan rasa antusiasme yang besar bagi turnamen sepak bola terbesar dunia ini.

Para penggemar berat sepak bola sangat menantikan dimulainya musim panas mendatang, ketika edisi terbesar dari ajang empat tahunan ini menjadi pusat perhatian di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Dari 18 tim itu, enam dari Asia (AFC), enam dari Amerika Selatan (CONMEBOL), dua dari Afrika (CAF), satu dari Oseania (OFC), dan tiga tuan rumah dari Amerika Utara-Tengah-Karibia (CONCACAF).

Sebanyak 30 tiket lagi masih diperebutkan di sisa kualifikasi Asia, Afrika, Amerika Utara-Tengah-Karibia, dan Eropa (UEFA).

Namun, jauh sebelum dimulai pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026, ajang akbar ini telah diliputi kontroversi.

Juara Euro 2024 Spanyol mengeluarkan ancaman tegas akan memboikot turnamen tersebut jika FIFA mengizinkan Israel untuk berpartisipasi.

Pejabat pemerintah Spanyol telah memperingatkan bahwa timnas negaranya dapat mengundurkan diri jika Israel lolos dari kualifikasi Eropa.

Saat ini Israel berada di posisi ketiga Grup I kualifikasi dengan 9 poin dari lima pertandingan.

Israel berpotensi mengamankan tempat play-off di putaran kedua jika mereka mengalahkan Norwegia dan Italia pada 11 dan 14 Oktober mendatang.

Namun, bagi Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Israel seharusnya dilarang dari semua kompetisi olahraga di tengah eskalasi perang dan genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza.

“Israel tidak bisa terus-menerus menggunakan platform internasional apa pun untuk menutupi citranya,” kata Sanchez, seperti dikutip ESPN.

“Seluruh organisasi olahraga harus mempertimbangkan apakah etis bagi Israel untuk terus berpartisipasi dalam kompetisi internasional.”

“Mengapa FIFA mengusir Rusia setelah invasi Ukraina, tetapi tidak mengusir Israel setelah invasi Gaza?”

“Sebelum kebiadaban ini berakhir, baik Rusia maupun Israel tidak boleh ikut serta dalam kompetisi internasional apa pun!” tegas Sanchez.

Namun, tim yang baru saja kembali ke puncak ranking FIFA menggeser Argentina itu tak akan melakoni penampilannya yang ke-17 di Piala Dunia tahun depan jika Israel tetap dibiarkan melenggang.

Sejarah Para Pemboikot

Jika Timnas Spanyol memboikot Piala Dunia 2026, mereka akan menambah panjang daftar negara pemboikot turnamen empat tahunan itu.

Siapa saja yang telah mewarnai sejarah boikot Piala Dunia karena berbagai alasan, terutama sikap politik atau perselisihan dengan penyelenggara itu?

1. Piala Dunia 1934

Pada tahun 1934, Uruguay memutuskan untuk tidak mempertahankan gelar Piala Dunia mereka di Italia sebagai bentuk protes terhadap tim-tim Eropa.

Boikot itu merupakan balas dendam setelah hanya sedikit tim Eropa yang memutuskan untuk berpartisipasi dalam turnamen edisi 1930 di Uruguay.

Pada tahun yang sama, Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia juga memutuskan untuk mundur dari Piala Dunia 1934, karena menganggapnya sebagai kompetisi yang lebih rendah daripada kejuaraan regional mereka.

2. Piala Dunia 1938

Uruguay melanjutkan boikotnya terhadap Piala Dunia untuk edisi 1938.

Mereka tidak sendirian dalam hal ini. Runner-up 1930, Argentina, juga memilih mundur dari turnamen setelah FIFA memilih Prancis sebagai tuan rumah.

Federasi Sepak Bola Argentina awalnya sangat yakin akan diberikan hak tuan rumah untuk turnamen tersebut setelah sebelumnya digelar di Italia.

Alasannya, hak tuan rumah turnamen diberikan secara bergantian antara negara-negara Amerika Selatan dan Eropa.

3. Piala Dunia 1950

Piala Dunia 1950 di Brasil menjadi saksi kisah pahit India, yang secara otomatis lolos kualifikasi dari Asia setelah Timnas Indonesia, Filipina, dan Burma (kini Myanmar) memutuskan untuk tak ikut serta sebelum drawing.

Akan tetapi, India kemudian juga mengundurkan diri karena alasan biaya perjalanan yang sangat jauh untuk bermain, dan federasinya (AIFF) ingin berkonsentrasi di Olimpiade 1952.

Laporan lain menyebutkan, seperti dilansir Los Angeles Times, pengunduran diri itu disebabkan oleh keputusan FIFA yang melarang pemain India bermain tanpa alas kaki.

Namun, menurut sumber lain, inti masalahnya adalah anggapan bahwa turnamen Piala Dunia itu tak cukup penting, sebuah langkah yang mungkin membentuk budaya olahraga India pasca-kemerdekaan.

Selain India, Skotlandia juga tak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia 1950 setelah asosiasinya memutuskan untuk tidak mengirimkan tim dengan alasan gagal memenangi turnamen British Home Championship secara langsung.

Turki pun ikut mengundurkan diri dari Piala Dunia 1950 setelah mengeluhkan biaya keuangan dan kendala perjalanan.

4. Piala Dunia 1958

Di putaran final Piala Dunia 1958 yang digelar di Swedia tak ada tim yang mundur, tetapi di kualifikasinya banyak, salah satunya Timnas Indonesia.

Indonesia lolos ke putaran kedua setelah tampil cemerlang di putaran pertama kualifikasi.

Di putaran kedua itu Skuad Garuda satu grup dengan Israel, Sudan, dan Mesir.

Indonesia memboikot dan menyatakan mundur setelah perintah Presiden Soekarno yang dengan tegas menolak bertanding melawan Israel karena dukungan dan solidaritasnya kepada rakyat Palestina.

Soekarno menegaskan dalam acara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Istora Senayan, Jakarta, ketika itu bahwa Timnas Indonesia tak akan pernah bermain sepak bola dengan Israel sampai Palestina merdeka.

Mesir juga ikut mundur dengan sikap politik yang sama, termasuk Sudan di putaran ketiga kualifikasi.

5. Piala Dunia 1966

Untuk Piala Dunia 1966 di Inggris, semua negara Afrika memilih untuk tidak mengikuti babak kualifikasi turnamen tersebut karena ketidakadilan rasial dan marginalisasi yang dialami benua tersebut.

6. Piala Dunia 1974

Uni Soviet batal tampil di Piala Dunia 1974 setelah memutuskan untuk tidak bertanding melawan Cile dalam play-off antara runner-up kualifikasi Eropa dan Amerika Selatan.

Setelah leg pertama play-off kualifikasi di Moskow berakhir imbang tanpa gol, leg kedua di Cile tidak terlaksana karena Uni Soviet meminta perubahan lokasi menyusul perebutan kekuasaan yang brutal oleh Jenderal Augusto Pinochet.

Leg kedua digelar di Santiago, Cile, tetapi pada akhirnya Uni Soviet menolak menurunkan tim dan Cile lolos. (Sumber, BolaSport)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!