Harapan dari Ujung Selatan Aceh, Maghfirah Annisah Melangkah ke Seleksi Provinsi Anggar

Akurat Mengabarkan - 4 April 2026
Harapan dari Ujung Selatan Aceh, Maghfirah Annisah Melangkah ke Seleksi Provinsi Anggar
Maghfirah Annisah, Siswi MAN Negeri 1 Air Berudang tersebut menjadi salah satu wakil Aceh Selatan dalam ajang bergengsi yang digelar oleh IKASI Aceh sebagai bagian dari program pembinaan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 dan 2032.  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAcehnews.com | ACEH SELATAN – Semangat dan tekad kuat kembali ditunjukkan generasi muda Aceh Selatan. Dari ujung selatan provinsi ini, seorang atlet anggar muda, Maghfirah Annisah, berhasil menembus seleksi tingkat Provinsi Aceh pada nomor Degen Putri Junior.

Siswi MAN Negeri 1 Air Berudang tersebut menjadi salah satu wakil Aceh Selatan dalam ajang bergengsi yang digelar oleh IKASI Aceh sebagai bagian dari program pembinaan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 dan 2032. Seleksi dijadwalkan berlangsung pada 5 April 2026 di Hall Anggar Komplek SHB, Banda Aceh.

Di balik langkah Annisah menuju panggung provinsi, tersimpan cerita perjuangan yang tidak mudah. Putri dari pasangan Ansaruddin dan Lili Surnita ini berangkat dengan semangat tinggi, meski dengan keterbatasan dukungan. Keikutsertaannya bahkan didukung secara swadaya oleh keluarga dan pengurus.

Ketua IKASI Aceh Selatan, M. Doni, kepada kbbacehnews.com pada Sabtu 04/04/2026 menyebut kesempatan ini sebagai momentum langka yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh atlet muda.

“Kesempatan ini tidak datang dua kali. Ini sangat penting bagi masa depan atlet. Kami bangga, meski dengan keterbatasan, kami tetap berupaya mendukung dengan kemampuan yang ada,” ujarnya.

Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi panggung pembuktian bagi atlet daerah untuk menunjukkan kualitas dan potensi mereka di level yang lebih tinggi.

Pelatih anggar Aceh Selatan, yang akrab disapa Wak Hen, turut menyampaikan pesan penuh makna. Mantan atlet peraih dua medali perak dan dua perunggu di ajang Porda dan Kejurda itu mengisahkan perjalanan kariernya yang penuh tantangan.

“Saya pernah lolos Kejurnas di Jakarta dengan biaya sendiri, tanpa perhatian yang memadai. Apa yang saya rasakan dulu, tidak boleh dialami oleh atlet saya sekarang,” ungkapnya.

Dengan penuh komitmen, ia menegaskan bahwa pembinaan atlet harus dilandasi totalitas, integritas, dan moralitas, bukan sekadar teori.

Baginya, keberangkatan Annisah bukan hanya soal bertanding, tetapi membawa harapan besar bagi Aceh Selatan.

“Selamat bertanding untuk Annisah. Tunjukkan kemampuan terbaikmu, kamu pasti bisa,” pesannya penuh keyakinan.

Langkah Maghfirah Annisah ini menjadi simbol bahwa dari daerah, dengan segala keterbatasan, lahir semangat juang yang tak kalah besar. Ia bukan hanya membawa nama keluarga, tetapi juga harapan daerah untuk bersinar di pentas olahraga nasional di masa mendatang. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!