Forum Keuchik Labuhanhaji : Tidak Benar Ada Penolakan Mahasiswa KKN di Labuhanhaji

Akurat Mengabarkan - 31 Juli 2021
Forum Keuchik Labuhanhaji : Tidak Benar Ada Penolakan Mahasiswa KKN di Labuhanhaji
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Tapaktuan, KBBACEH.news – Ketua Forum Keuchik Labuhanhaji, Aceh Selatan, T. Suhadi menyatakan, tidak benar Camat dan Forum Keuchik menolak Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat di Kecamatan Labuhanhaji.

“Informasi itu tidak benar. Bahkan tidak jadinya penempatan KKN mahasiswa UTU di Kecamatan Labuhanhaji itu berasal dari Dosen UTU sendiri,” kata T. Suhadi didampingi pengurus Forum Keuchik Labuhanhaji kepada wartawan di Tapaktuan, Sabtu (31/7/2021).

Menurutnya, persoalan tersebut sebenarnya sudah selesai. Setelah perwakilan mahasiswa UTU termasuk juga saat itu hadir mahasiswa dari universitas lainnya itu berkoordinasi dengan forum keuchik.

“Artinya kami tidak pernah menolak mahasiswa UTU akan melaksanakan KKN di gampong wilayah Kecamatan Labuhanhaji,” ujarnya.

Karena, lanjutnya, sebelumnya para camat telah diundang ke UTU Meulaboh membicarakan pelaksanaan KKN di Labuhanhaji.

“Sedangkan,sebelumnya, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) telah menghubungi masing – masing keuchik dalam Kecamatan Labuhanhaji dan meminta untuk uang makan per mahasiswa Rp. 40.000/hari. Maka para keuchik menyahuti permintaan DPL tersebut,” ungkapnya.

Tetapi, sambungnya, setelah para camat diundang ke UTU dan terjadi pembahasan masalah uang makan disini terjadi kesenjangan. Kenapa ada yang Rp. 30.000/hari dan ada Rp. 40.000/hari.

Disini jelas ada komunikasi yang terputus antara pihak manajemen UTU dengan petugas lapangan. Sehingga diambil kesimpulan seperti surat yang dikeluarkan oleh pihak UTU.

“Jadi disini jangan disalahkan para keuchik dan Pak Camat Labuhanhaji, menurut yang saya ketahui seperti itu. Kami tegaskan bahwa pernyataan Ahyadin tersebut tidak benar tanpa konfirmasi kepada kami terlebih dahulu,” ucap T. Suhadi.

Sementara itu, Dosen UTU Meulaboh, Tengkunih ketika dikonfirmasi terpisah juga menyatakan tidak benar ada penolakan mahasiswa UTU KKN di Kecamatan Labuhanhaji.

“Perlu saya sampaikan, informasi itu tidak benar. Bukan penolakan tetapi belum berjodoh lokasi KKN di gampong wilayah Kecamatan Labuhanhaji,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pada awalnya ada 3 kecamatan yang mana uang makannya Rp. 40.000,-/hari. Surat tersebut dikeluarkan atas kesepakatan bersama yang pada waktu itu hadir salah satu satu forum keuchik kabupaten di UTU Meulaboh, Selasa (27/7/2021) lalu.

“Setelah rapat tersebut para camat membawa surat tersebut untuk disampaikan kepada masing keuchik, dan besok saya berkomunikasi kembali dengan 3 kecamatan dimaksud,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, hasil berkomunikasi tersebut yang berbeda terkait uang makan. Dua kecamatan berjodoh, dan satu kecamatan tidak berjodoh.

“Informasi yang saya dapatkan, berita tersebut bukan dari mahasiswa UTU melainkan mahasiswa dari universitas lainnnya yang merupakan putra daerah Labuhanhaji. Saya tidak tahu mengapa bisa mahasiswa itu menaikkan berita tersebut,” tutupnya. (IS/Red).

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!