KBBAcehnews.com | Tapaktuan – Menjelang berakhirnya masa kepengurusan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Selatan periode 2023–2026 pada Januari 2026, dinamika internal organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut mulai berdenyut dan menguat.
Salah satu figur yang dipastikan masuk dalam bursa calon ketua adalah Sudirman Hamid, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris PWI Aceh Selatan sekaligus pendiri media siber infokayat.co.
Masuknya Sudirman dalam kontestasi ini dinilai sebagai sinyal kuat dorongan perubahan di tubuh PWI Aceh Selatan. Ia mengusung agenda utama konsolidasi organisasi serta penegakan standar profesionalisme wartawan, di tengah tantangan fragmentasi internal dan disrupsi industri media yang semakin kompleks.
“PWI tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Organisasi ini harus solid, terarah, dan tegas dalam menjaga marwah profesi. Wartawan harus bersatu, tetapi juga harus kompeten, profesional dan brtanggungjawab, kita perlu penguatan baik, internal maupun ekdternal,” tegas Sudirman kepada KBBAcehnews.com, Minggu (28/12/2025) pagi.
Dalam visi kepemimpinannya, Sudirman menempatkan peningkatan kualitas dan kapasitas wartawan sebagai agenda strategis organisasi yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, PWI harus tampil sebagai institusi yang benar-benar menjamin profesionalisme, etika, serta daya saing anggotanya, bukan sekadar simbol keanggotaan formal.
Selain penguatan internal, Sudirman juga menekankan pentingnya reposisi PWI Aceh Selatan dalam membangun relasi eksternal. Ia mendorong kerja sama strategis dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, sektor swasta, serta organisasi pers lainnya, tanpa mengorbankan independensi dan fungsi kontrol sosial pers.
“PWI harus menjadi mitra kritis yang bermartabat, bukan sekadar pelengkap seremoni. Hubungan dengan kekuasaan harus setara, profesional, dan berlandaskan kepentingan publik,” ujarnya.
Sudirman Hamid dikenal luas sebagai wartawan yang lama berkiprah di media nasional, termasuk Jawa Pos Group. Saat ini, ia aktif mengelola media siber yang konsisten mengangkat isu-isu daerah serta kontrol sosial di tingkat lokal.
Ayah tiga anak ini tidak hanya dikenal piawai menulis feature, tetapi juga memiliki pengalaman manajerial dan kepemimpinan organisasi. Modal tersebut dinilai menjadi bekal penting untuk memimpin PWI Aceh Selatan agar lebih tertib secara organisasi, tegas dalam menegakkan standar profesi, serta berwibawa di mata publik.
Dengan agenda persatuan yang disertai penegakan kompetensi dan perluasan jejaring strategis, Sudirman Hamid menegaskan kesiapan dirinya membawa PWI Aceh Selatan keluar dari stagnasi, menuju organisasi pers yang kuat, independen, dan relevan dengan tuntutan zaman. (Red)