“Cuma Sejuta, kok”: Bahaya Baru di Era Redenominasi

Akurat Mengabarkan - 9 November 2025
“Cuma Sejuta, kok”: Bahaya Baru di Era Redenominasi
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAceh.News | Jakarta – Pemerintah sedang bersiap meluncurkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi), yang ditargetkan rampung pada 2027.

Langkah ini tercantum dalam Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2025-2029 dan menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Tujuannya mulia: menyederhanakan angka rupiah agar lebih efisien dan berwibawa.

Bayangkan, tak ada lagi harga nasi goreng Rp25.000; cukup Rp25 saja. Semua terasa lebih ringan, praktis, dan modern.

Namun di negeri ini, setiap kebijakan besar selalu punya sisi gelap yang harus diwaspadai, yaitu akal manusia.

Dan di sinilah letak bahaya baru yang tak bisa disepelekan; bukan di angka, tapi di persepsi.

Ketika Nol Hilang, Logika Pun Bisa Ikut Hilang

Redenominasi memang sekadar menghapus nol, bukan mengurangi nilai.

Tapi jangan lupa: angka bukan hanya alat hitung, tapi alat pikir.

Ketika angka berubah, cara orang memahami nilai juga ikut berubah.

Kita mudah terkecoh oleh nominal kecil, padahal nilainya tetap sama besar.

Bayangkan suatu hari nanti muncul berita:

“Seorang pejabat tertangkap karena korupsi sejuta rupiah.”

Kalimat itu terdengar remeh, seolah hanya mencuri uang makan siang.

Padahal “sejuta rupiah baru” itu bisa berarti satu miliar rupiah lama.

Tapi karena nolnya sudah dipangkas, rasa salahnya pun ikut menciut.

Redenominasi Nilai, Bukan Redenominasi Dosa

Inilah sisi psikologis yang sering dilupakan.

Kita bukan sekadar sedang mengatur ulang sistem keuangan, tapi juga sedang menata ulang persepsi sosial terhadap nilai.

Jika literasi publik tak disiapkan, redenominasi bisa berubah dari kebijakan moneter menjadi alat pemutihan moral.

Koruptor tak lagi perlu repot mencari pembenaran panjang.

Cukup bilang, “Uangnya cuma sejuta, kok”, dan publik yang tidak paham perbandingan lama-baru bisa mengangguk, menganggapnya kecil, dan juga lupa bahwa satu miliar bukan jumlah yang bisa disepelekan.

Lucu di Awal, Bisa Tragis di Akhir

Memang lucu kalau dibayangkan sekarang.

Tapi di negara dengan tingkat literasi finansial yang belum merata, humor seperti ini bisa berubah jadi tragedi ekonomi dan sosial.

Menyederhanakan Angka, Jangan Menyederhanakan Nurani

Redenominasi adalah langkah penting untuk efisiensi ekonomi, tapi juga ujian bagi integritas bangsa.

Kita boleh memangkas tiga nol dari rupiah, tapi jangan sampai memangkas tiga hal yang jauh lebih penting: logika, kejujuran, dan rasa malu.

Uang boleh berubah tampilan, tapi nilai moral harus tetap utuh.

Kalau tidak, kita akan punya mata uang baru yang indah, tapi dengan harga diri lama yang sudah murah. (Sumber, Kompasiana)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

Waspada Cuaca Ekstrem, Sekda Aceh Instruksikan Posko Siaga Nonstop 24 Jam

Waspada Cuaca Ekstrem, Sekda Aceh Instruksikan Posko Siaga Nonstop 24 Jam

Berita   Nanggroe   News
Meski Mundur, Oknum Kades Diduga Masih Kuasai Dana Desa, Kaliber Desak Kejari Bertindak

Meski Mundur, Oknum Kades Diduga Masih Kuasai Dana Desa, Kaliber Desak Kejari Bertindak

Berita   Nanggroe   News
Doa Nenek Jadi Kekuatan, Edi Saputra Melaju ke Audisi Dangdut Academy

Doa Nenek Jadi Kekuatan, Edi Saputra Melaju ke Audisi Dangdut Academy

Berita   Nanggroe   News
Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Genjot Pembangunan Jembatan Pasi Rasian

Tak Kenal Lelah, TNI dan Warga Genjot Pembangunan Jembatan Pasi Rasian

Berita   Nanggroe   News
Mukarramah Fadhullah Dorong Kader PKK Optimalkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

Mukarramah Fadhullah Dorong Kader PKK Optimalkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

Berita   Nanggroe   News
JKA Dipreteli, Nyawa Rakyat Aceh Dipertaruhkan

JKA Dipreteli, Nyawa Rakyat Aceh Dipertaruhkan

Berita   Headline   News
“𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿𝗸𝗮𝗵 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗔𝗰𝗲𝗵? 𝗜𝗻𝗶 𝗝𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵, 𝗛𝗶𝗸𝗮𝘆𝗮𝘁 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮, 𝗱𝗮𝗻 𝗙𝗮𝗸𝘁𝗮 ‘𝗦𝗲𝗿𝗮𝗺𝗯𝗶 𝗠𝗲𝗸𝗸𝗮𝗵’ 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝘁𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮!”

“𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿𝗸𝗮𝗵 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗔𝗰𝗲𝗵? 𝗜𝗻𝗶 𝗝𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵, 𝗛𝗶𝗸𝗮𝘆𝗮𝘁 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮, 𝗱𝗮𝗻 𝗙𝗮𝗸𝘁𝗮 ‘𝗦𝗲𝗿𝗮𝗺𝗯𝗶 𝗠𝗲𝗸𝗸𝗮𝗵’ 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝘁𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮!”

News   Peristiwa
Bekas Longsoran Batu Menggantung di Jalur Tapaktuan–Medan, Ketua RAPI Aceh Selatan Desak Penanganan Cepat

Bekas Longsoran Batu Menggantung di Jalur Tapaktuan–Medan, Ketua RAPI Aceh Selatan Desak Penanganan Cepat

Berita   Nanggroe   News
Dikebut TNI, Dua Jembatan Strategis di Aceh Selatan Masuki Tahap Konstruksi Penting

Dikebut TNI, Dua Jembatan Strategis di Aceh Selatan Masuki Tahap Konstruksi Penting

Berita   Nanggroe   News
Di Tepi Krueng Kluet, Kepemimpinan RAPI Lokal Kluet Utara Resmi Beralih ke Azhardi JZ01TLN

Di Tepi Krueng Kluet, Kepemimpinan RAPI Lokal Kluet Utara Resmi Beralih ke Azhardi JZ01TLN

Berita   Headline   News
error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!