Benteng Tak Terlihat: Doa Ibu di Tengah Doa Buruk Orang Lain

Akurat Mengabarkan - 4 Juli 2025
Benteng Tak Terlihat: Doa Ibu di Tengah Doa Buruk Orang Lain
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

By Dr. Khairuddin,S.Ag MA

KBBAceh.News | Tapaktuan – Di antara gelombang kehidupan yang penuh persaingan, fitnah, dan hasad, seringkali kita merasa sendirian. Kita berusaha berbuat baik, bekerja jujur, hidup lurus, tetapi tidak semua orang senang. Ada saja yang mencibir, menyebar prasangka, bahkan mendoakan keburukan bagi kita. Tapi ada satu hal yang sering kali luput dari perhatian: masih adakah ibu yang setiap malam menyebut nama kita dalam doanya?

Di sanalah letak benteng tak terlihat yang sebenarnya.

” Sangat beruntunglah jika kedua orang tuamu—atau bahkan salah satu dari mereka—masih hidup dan bersamamu. Karena selama mereka ada, selalu ada seseorang yang mendoakanmu dalam diam, tanpa pamrih.

Dalam banyak kitab hadits disebutkan bahwa doa orang tua—terutama ibu—untuk anaknya adalah doa yang mustajab. Rasulullah SAW bersabda “Tiga doa yang tidak diragukan lagi (maqbul): doa orang tua untuk anaknya, doa orang yang teraniaya, dan doa musafir.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Apa yang membuat doa ibu berbeda?

Karena doa ibu bukan sekadar lafaz yang keluar dari bibir. Ia lahir dari rahim kasih sayang, dipompa oleh jantung pengorbanan, dan dibumbui tangis yang tak terdengar saat anaknya sedang jauh, sakit, atau dalam kesulitan.

Bandingkan dengan doa buruk dari orang lain yang biasanya keluar karena iri, kecewa, atau salah paham. Apakah doa seperti itu akan dikabulkan Allah? Belum tentu.

Allah Maha Adil. Ia tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang dipenuhi kebencian tanpa sebab. Bahkan jika doa buruk itu tidak berdasar, maka akan kembali kepada si pendoa sendiri.

Ketika Dua Doa Bertemu: Siapa yang Lebih Dulu Sampai ke Langit?

Bayangkan satu keadaan: seorang ibu bangun di sepertiga malam, dengan mata sembab dan suara gemetar, memohon kepada Allah agar anaknya diberi keselamatan, keberkahan, dan kelapangan rezeki. Pada saat yang sama, ada orang lain yang—dalam rasa jengkel—mendoakan agar anak itu jatuh, gagal, dan hina.

Pertanyaannya: doa siapa yang lebih kuat?

Secara ruhani, doa ibu memiliki kekuatan luar biasa. Dalam Islam, ridha Allah itu tergantung kepada ridha orang tua. Maka siapa pun yang membahagiakan ibunya, yang membuatnya tersenyum dan merasa tenang, sesungguhnya sedang membangun perisai spiritual yang tak kasat mata, tetapi bekerja lebih dahsyat dari pagar beton mana pun.

Adapun doa buruk dari orang lain, jika tidak didasari kebenaran dan keadilan, tidak hanya ditolak, tapi justru bisa menjadi boomerang yang menyakitkan kembali si pengucapnya.

Jangan Abaikan Satu Hal Ini

Di tengah hiruk-pikuk dunia dan hasrat untuk sukses, banyak yang mengejar ridha atasan, mencari pujian manusia, dan memaksakan kehendak kepada dunia. Tapi ada satu pintu yang sering dilupakan: ridha orang tua, terutama ibu.

Padahal, ketika ibumu berkata:

“Nak, hati-hati ya di jalan, semoga selamat sampai tujuan,”

itu bukan sekadar ucapan basa-basi. Itu adalah doa yang mungkin menjadi penyebab selamatnya dirimu dari kecelakaan maut yang nyaris terjadi, yang bahkan kamu sendiri tidak sadar.

Dan jika ibumu berkata,

“Nak, semoga Allah mudahkan jalanmu ya…”

maka jalan yang terasa buntu pun bisa terbuka hanya karena linangan air matanya.

Maka sungguh sangat celaka jika seseorang masih punya orang tua namun justru melupakannya. Dan sungguh amat beruntunglah bagi siapa pun yang orang tuanya masih hidup, karena berarti pintu langit belum tertutup untuk doanya.

Saat hidupmu mulai terasa berat, langkahmu terasa lambat, dan orang-orang mulai menjauh… berhentilah sejenak dan tanyakan:

“Masihkah aku membuat ibuku tersenyum hari ini?”

Sebab bisa jadi masalahmu bukan karena kamu lemah, tapi karena kamu terputus dari sumber kekuatan paling tulus di dunia: doa ibumu.

Dan jika kamu masih punya orang tua yang hidup, peluk mereka—setiap hari jika bisa. Jangan tunggu waktu merenggut kesempatanmu, karena kelak, saat hanya pusaranya yang bisa kau kunjungi, barulah kau sadar bahwa sebenarnya doanya adalah pakaian tak terlihat yang menjaga langkahmu.

Saudaraku…

“Selama kau masih membahagiakan orang tuamu, terutama ibumu, maka tak perlu terlalu takut dengan dunia. Orang-orang boleh membencimu, mencelamu, bahkan berdoa buruk padamu. Tapi percayalah, selama ibumu masih bersimpuh di sajadah untukmu, langit akan selalu punya alasan untuk melindungimu.” (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!