KBBAcehnews.com | ACEH SELATAN – Kondisi bekas longsoran batu yang masih menggantung di tebing sepanjang Jalan Nasional Tapaktuan–Medan tepatnya di jalan tanjakan Gampong Batu Itam Tapaktuan menuai kekhawatiran serius dari berbagai pihak. Ancaman tersebut dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan, terutama saat cuaca hujan yang berpotensi memicu longsor susulan.

Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Aceh Selatan M. Syarif yang memiliki callsign JZ01TSI kepada KBBAcehnews.com Minggu, 12/04/2026 sepulang dari acara Muslok ke 6 RAPI Lokal Kluet Utara angkat bicara dan meminta pihak terkait untuk segera mengambil langkah cepat dalam menangani kondisi tersebut. Ia menilai, batu-batu yang masih menggantung di tebing dapat sewaktu-waktu jatuh ke badan jalan dan membahayakan pengendara yang melintas.
“Ini sangat berisiko. Bekas longsoran yang masih menggantung harus segera dibersihkan sebelum menimbulkan korban jiwa. Jangan menunggu sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Menurutnya, ruas Jalan Nasional Tapaktuan–Medan merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk angkutan logistik. Oleh karena itu, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama.
Sejumlah pengguna jalan juga mengaku was-was saat melintasi jalur tersebut, terutama di titik-titik rawan longsor. Mereka berharap adanya tindakan cepat dari instansi terkait, baik berupa pembersihan material sisa longsor, pemangkasan tebing yang berpotensi runtuh, hingga pemasangan rambu peringatan di lokasi rawan.
Selain itu, kondisi cuaca yang kerap berubah-ubah di wilayah Aceh Selatan turut meningkatkan risiko terjadinya longsor susulan, sehingga diperlukan langkah antisipatif yang maksimal.
Ketua RAPI Aceh Selatan juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintas di jalur tersebut, khususnya saat hujan turun atau pada malam hari.
“Keselamatan adalah yang utama. Kami berharap pihak terkait segera turun tangan agar jalur ini kembali aman dilalui,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari instansi berwenang untuk menangani potensi bahaya longsoran di sepanjang ruas Jalan Nasional Tapaktuan–Medan tersebut. (Red)