KBBAcehnews.com | Aceh Tenggara – Tingginya harga penjualan pupuk urea yang sudah disubsidi oleh pemerintah membuat Ketua Lsm Kaliber Aceh, Zoel Kanedi angkat bicara. Seharusnya pihak distributor harus tegas kepada seluruh kios pengecer, supaya tidak menjual di atas Harga Eceran Tinggi (HET). Sehingga para petani tidak merasa di beratkan untuk membeli pupuk untuk kebutuhan lahannya.
Harga pupuk urea bersubsidi yang mahal dan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat pengecer membuat para petani di berbagai kecamatan di daerah tersebut, khususnya di Aceh Tenggara, mengeluh dan meminta Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) untuk segera turun tangan mengatasi hal ini. Kata Zoel Kenedi atau yang akrab disapa ZK Agara kepada kbbacehnews.com Sabtu (11/4).
Karena lonjakan harga di tingkat pengecer sangat di keluhkan sejumlah kalangan petani. Meskipun pemerintah telah menetapkan HET pupuk subsidi, namun masih banyak terjadi di lapangan menunjukkan bahwa pupuk urea dijual jauh di atas harga resmi, yakni Rp 115.000. hingga Rp 125.000./sak.
“Saat ini hampir seluruh kios pengecer di kabupaten Aceh Tenggara menjual pupuk subsidi di atas Het. Untuk itu Ketua Lsm Kaliber Aceh meminta KP3 Kabupaten/Kota untuk aktif melakukan monitoring, serta secepatnya melakukan sidak terhadap semua distributor dan kios pengecer, dan menindak tegas distributor atau kios nakal yang mempermainkan harga pupuk bersubsidi. Tegasnya
Sebab upaya
Pemerintah sebelumnya telah menurunkan HET pupuk bersubsidi sebesar 20% (Urea menjadi Rp1.800/kg atau Rp90.000/sak) per 22 Oktober 2025. Jika ada terbukti kios pengecer pupuk menjual melebihi Het atau distributor dan kios yang nakal, kita minta cabut izin nya.
Karena Pemerintah kita saat ini berfokus pada perbaikan distribusi dari hulu ke hilir untuk memastikan pupuk subsidi sampai ke petani dengan harga yang sesuai guna meningkatkan hasil pertanian swasembada pangan nasional dan daerah. Pinta Zoel Kenedi.
Seharusnya pengawasan intensif dari pihak KP3 dapat mengembalikan harga pupuk ke HET agar beban biaya produksi menurun dan hasil panen tetap terjaga.
Sementara itu, Ketua Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), Yusrizal ST, dikonfimasi melalui pesan WhatsApp nya, hingga berita ini dikirimkan ke meja redaksi belum bisa memberikan penjelasan kepada kbbacenews.com , kendatipun pesan yang disampaikan contreng dua.[Hidayat]