KBBAcehnews.com | ACEH SELATAN — Antusiasme masyarakat Aceh Selatan untuk bepergian ke luar negeri terus meningkat, terutama untuk tujuan ibadah. Kantor Unit Kerja Keimigrasian (UKK) di bawah Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Meulaboh mencatat sebanyak 4.679 paspor telah diterbitkan sejak Januari 2025 hingga 2 April 2026.

Dari ribuan permohonan tersebut, mayoritas digunakan untuk keperluan umrah dan haji, menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam menjalankan ibadah ke Tanah Suci. Selain itu, permohonan juga datang dari warga yang hendak berobat, berwisata, hingga melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Kepala Subseksi Dokumen Perjalanan melalui staf analis keimigrasian pertama, Alfial Yudha Mahesa, kepada KBBAcehnews.com Kamis, 02/04/2026 mengungkapkan bahwa tren ini masih konsisten, dengan dominasi kuat pada perjalanan keagamaan.
“Permohonan paspor masih didominasi untuk ibadah. Namun ada juga untuk berobat, wisata, dan pendidikan,” jelasnya.
Menariknya, jumlah pemohon paspor untuk bekerja secara formal ke luar negeri sangat minim. Dalam kurun waktu lebih dari satu tahun, hanya dua orang yang tercatat mengurus paspor untuk tujuan tersebut.
Untuk destinasi, Malaysia menjadi negara yang paling banyak dituju masyarakat. Sementara Mesir, khususnya Kairo, menjadi pilihan utama bagi mereka yang melanjutkan pendidikan.
Pihak imigrasi juga memastikan layanan berjalan cepat dan transparan. Biaya pembuatan paspor elektronik saat ini sebesar Rp650 ribu (5 tahun) dan Rp950 ribu (10 tahun), dengan estimasi proses selesai dalam empat hari kerja.
Fenomena ini mencerminkan bahwa mobilitas masyarakat Aceh Selatan ke luar negeri masih didorong kuat oleh kebutuhan ibadah dan pendidikan, bukan faktor ekonomi melalui pekerjaan formal. (Red)