SEGALA PUJIAN KEMBALI KEPADA ALLAH

Akurat Mengabarkan - 15 Maret 2026
SEGALA PUJIAN KEMBALI KEPADA ALLAH
Dr Khairuddin, S.Ag, MA  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

By. Dr. Khairuddin, S.Ag,. MA

KBBAcehnews.com | Banda Aceh – Dalam setiap shalat, ada satu kalimat yang sering kita ucapkan, tetapi jarang kita renungkan maknanya secara mendalam. Kalimat itu adalah “Rabbanaa wa lakal-hamd”—Wahai Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala pujian.

Ucapan ini dibaca ketika seorang hamba bangkit dari rukuk. Setelah menundukkan badan, merendahkan diri di hadapan Allah, lalu ia berdiri kembali sambil memuji-Nya. Gerakan dan ucapan ini bukan sekadar rangkaian ritual dalam shalat, tetapi mengandung pelajaran hidup yang sangat dalam.

Kata “Rabbanaa” berarti Tuhan kami. Dalam bahasa Arab, kata Rabb tidak hanya berarti Tuhan dalam arti yang disembah. Ia juga bermakna pemelihara, pengatur, pendidik, dan pembimbing kehidupan. Rabb adalah Dzat yang menumbuhkan sesuatu dari keadaan kecil menuju kesempurnaan secara bertahap.

Ketika seorang hamba mengatakan Rabbanaa, ia sebenarnya sedang mengakui bahwa hidup ini tidak berjalan sendiri. Ada tangan kekuasaan Allah yang mengatur setiap detiknya. Nafas yang kita hirup, langkah yang kita tempuh, bahkan peristiwa-peristiwa yang kita alami—semuanya berada dalam pemeliharaan-Nya.

Kemudian kalimat itu dilanjutkan dengan “wa lakal-hamd”, yang berarti dan bagi-Mu segala pujian. Kata al-hamd bukan sekadar ucapan terima kasih karena nikmat tertentu. Ia adalah pujian yang lahir dari pengakuan bahwa Allah Maha Sempurna dalam segala keputusan-Nya.

Artinya, seorang mukmin tidak hanya memuji Allah ketika mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia juga tetap memuji-Nya ketika hidup berjalan tidak sesuai rencana. Karena ia yakin bahwa di balik setiap ketetapan Allah selalu ada hikmah, walaupun hikmah itu belum selalu dapat dipahami oleh manusia.

Jika direnungkan, posisi kalimat ini dalam shalat sebenarnya sangat simbolis. Ia diucapkan setelah rukuk, setelah manusia menundukkan dirinya di hadapan Allah. Seakan-akan shalat sedang mengajarkan bahwa hanya orang yang mampu merendahkan dirinya di hadapan Tuhan yang benar-benar mampu memuji-Nya dengan tulus.

Dalam kehidupan sehari-hari, pesan ini sangat relevan. Manusia sering kali mudah bersyukur ketika mendapatkan nikmat, tetapi sulit menerima ketika menghadapi ujian. Kita memuji ketika berhasil, tetapi sering mengeluh ketika gagal.

Padahal kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana kita. Ada harapan yang tertunda, usaha yang belum berhasil, dan jalan hidup yang kadang berbelok dari keinginan kita. Pada saat-saat seperti itulah kalimat “walakal-hamd” menemukan maknanya yang sebenarnya.

Ia mengajarkan kita untuk berkata dalam hati:

“Jika ini yang Allah pilihkan untukku, maka pasti ada kebaikan di dalamnya.”

Kalimat ini juga mengajarkan kerendahan hati. Banyak orang yang ketika berhasil merasa bahwa semuanya adalah hasil kerja kerasnya semata. Ia lupa bahwa kesempatan, kesehatan, waktu, dan kemampuan yang ia miliki semuanya adalah karunia Allah.

Dengan memahami makna “walakal-hamd”, seseorang akan menyadari bahwa sebesar apa pun keberhasilan yang ia capai, tetap saja segala pujian kembali kepada Allah. Kesadaran inilah yang menjaga manusia dari kesombongan.

Sebaliknya, ketika menghadapi kesulitan, kalimat ini juga melahirkan ketenangan. Orang yang hidup dengan kesadaran bahwa segala pujian milik Allah tidak akan mudah putus asa. Ia tahu bahwa hidup ini adalah bagian dari proses pendidikan Allah terhadap hamba-hamba-Nya.

Pada akhirnya, kalimat yang kita ucapkan dalam shalat itu sebenarnya adalah cara pandang hidup seorang mukmin. Ia mengajarkan kita untuk memulai hidup dengan kesadaran bahwa Allah adalah Rabb kita, dan menutup setiap peristiwa dengan pengakuan bahwa segala pujian hanya milik-Nya.

Maka setelah semua usaha kita lakukan, setelah segala peristiwa hidup kita jalani—baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan—seorang hamba tetap kembali kepada kalimat yang sederhana namun agung itu:

“Rabbanaa wa lakal-hamd.”

Wahai Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!