Serapan KUR 2025 Capai 85 Persen, Bank Aceh Syariah Cabang Tapaktuan Dukung UMKM Aceh Selatan

Akurat Mengabarkan - 6 Maret 2026
Serapan KUR 2025 Capai 85 Persen, Bank Aceh Syariah Cabang Tapaktuan Dukung UMKM Aceh Selatan
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAcehnews.com | Tapaktuan – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Bank Aceh Syariah Cabang Tapaktuan hingga tahun 2025 telah mencapai sekitar 85 persen dari total target yang ditetapkan sebesar 37 Milyar. Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat dan kebutuhan permodalan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Aceh Selatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Afrizal ZA selaku Pimpinan Cabang Bank Aceh Syariah Cabang Tapaktuan kepada kbbacehnews.com Jumat, 06/03/2026.

Afrizal menyampaikan bahwa program KUR merupakan salah satu upaya bank dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM yang membutuhkan akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau.

Menurutnya, sejak diluncurkan program KUR ini di bulan Oktober tahun 2022, penyaluran KUR di wilayah kerja Cabang Tapaktuan sebagian besar dimanfaatkan oleh pelaku usaha di sektor perdagangan, pertanian, perikanan, serta berbagai usaha produktif lainnya yang menjadi penopang perekonomian masyarakat di Aceh Selatan.

“Program KUR ini sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha. Dengan margin sebesar 6 persen, diharapkan pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas usahanya sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak bank terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kemudahan akses pembiayaan KUR, sekaligus memastikan penyaluran pembiayaan tetap tepat sasaran kepada pelaku usaha yang produktif.

Dan perlu di ingat bahwa KUR ini bukan bantuan gratis dari pemerintah, tetapi pinjaman yang harus dikembalikan agar bisa di gulirkan kepada orang lain yang membutuhkan

Dengan capaian serapan sebesar 85 persen tersebut, Bank Aceh Syariah Cabang Tapaktuan optimistis target penyaluran KUR dapat terus meningkat seiring dengan bertambahnya pelaku UMKM yang memanfaatkan fasilitas pembiayaan untuk mengembangkan usahanya.

Program KUR sendiri merupakan program pembiayaan yang didukung pemerintah untuk memperluas akses permodalan bagi UMKM sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lebih banyak lapangan kerja di berbagai sektor usaha.

Ketika di tanya apa saja kendala dalam peyaluran KUR ini Afrizal mengkatan bahwa kendala utama adalah ketika di cek pada system SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) calon nasabah tersebut bermasalah dalam artian pernah mengambil kredit di bank lain tetapi belum diselesaikan atau tertunggak, ada juga ketika di cek ke lapangan pelaku usaha atau tempat usahanya fiktif dan yang terakhir sudah overload dalam pengambilan KUR (lebih dari 500 juta), tutup Afrizal (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!