KBBAcehnews.com | Tapaktuan – Lagi dan lagi para orang tua siswa SDN 1 Tapaktuan bersama para guru komplain terhadap molornya waktu pendistribusian di Bulan Ramadhan, Kamis (26/2/2026) sore.
Pasalnya, pada hari pertama waktu siswa diberitahu untuk mengambil MBG disekolah tersebut sudah menyita waktu para orang tuanya karena terlambat diantar oleh pihak yayasan, dan hari ini juga sama dengan yang kemaren, parahnya lagi para orang tua terpaksa menunggu sianak disekolah sampai pukul 17.58 wib.

Sejumlah orang tua murid baik para emak-emak maupun para bapak-bapak tampak mendatangi kantor dewan guru untuk mempertanyakan mengapa hal ini terulang lagi, padahal sang guru juga sudah berkali-kali menghubungi pihak dapur MBG tersebut.
Para orang tua murid kesal dan marah karena waktu mereka banyak terbuang hanya menunggu anaknya yang menjemput MBG, padahal dibulan Ramadhan ini masih banyak yang harus dipersiapkan dirumah untuk berbuka puasa.
Para orang tua meminta pihak sekolah jangan lagi menerima menu MBG dari Yayasan tersebut, karena menurutnya sepele dan lalai dalam pengantaran kesekolah.
”Kami sepakat kalau begini kejadiannya lebih baik MBG ini tidak usah diantarkan lagi, dan putuskan saja, jika perlu buat surat pernyataan dari kami, kami siap, lagian anak kami juga Ng lapar kok tanpa MBG”, maki sejumlah orang tua murid.
Padahal dihari pertama sudah kita sampaikan bahwa ini bulan puasa, jika waktu kami habis hanya menunggu MBG ini, lebih baik tidak usah diterima saat mobil datang mengantar, kata salah seorang bapak dihadapan Kepala Sekolah SDN 1 Tapaktuan, Safran.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN 1 Tapaktuan, Safran menanggapi kekecewaan para orang tua murid, dan ia menjelaskan bahwa pihak sekolah sudah berkali-kali menghubungi pihak yayasan.
Kepsek dan guru juga kesal karena rumah mereka dengan sekolah itu banyak yang jauh, jika ini lama ditunggu, kapan mereka mau pulang kerumah.
Kepala Sekolah juga meminta maaf kepada para orang tua murid yang sudah menunggu lama berjam-jam menemani anak-anaknya.
”Kami pihak sekolah meminta maaf, kami juga sudah berupaya semaksimalnya supaya pihak yayasan bisa tepat waktu dalam mengantarkan MBG ini, hanya saja kami juga capek memberi tahu, dan ujung-ujungnya tetap menunggu” ucap Kepala Sekolah. (Red)