KBBAcehnews.com | Aceh Tenggara,- Saat ini sudah terlihat nyata, perubahan pelayanan kesehatan kepada masyarakat mulai menunjukkan perbaikan.
“Bukan hanya terlihat , tetapi benar-benar dirasakan hingga ke relung hati masyarakat Aceh Tenggara.
Rumah sakit itu yang dulunya kerap menjadi tempat keluh kesah banyak pasien yang berobat, kini perlahan berubah menjadi tempat yang menghadirkan harapan. Di tangan beliau, pelayanan kesehatan tidak lagi sekadar rutinitas administrasi atau kewajiban formal, melainkan panggilan kemanusiaan. Setiap pasien yang datang tidak dipandang sebagai angka atau berkas, tetapi sebagai manusia yang membutuhkan perhatian kebutuhan kesehatannya, kepedulian, dan sentuhan empati dari dokter yang menanganinya.
Masyarakat merasakan langsung perubahan itu. Perawat menyapa dengan ramah dan sabar, dokter melayani dengan profesional tanpa membedakan latar belakang sosial. Proses pelayanan lebih tertata, lebih cepat, dan lebih manusiawi. Ruang rawat terasa lebih nyaman, koordinasi semakin baik, dan kehadiran pimpinan yang aktif mengawasi menjadi energi tersendiri bagi seluruh tenaga kesehatan.
Salah satu pasien yang perlu pengobatan secara rutin belum lama ini kepada kbbacehnews.com mengatakan bahwa dirinya sangat berterima kasih kepada pihak dokter yang menangani kondisi kesehatan. Yang utama adalah mereka menyapa dengan penuh senyum dan tawa. Sehingga pasien seperti saya merasa nyaman dan aman untuk berobat gratis di RSUD ini. Ujarnya senyum.
Saya wajar mengucapkan terima kasih kepada seluruh dokter dan tenaga medisnya. Karena pelayanan kesehatan saat ini sudah berjalan dengan baik. Hendaknya pihak rumah sakit umum terus meningkatkan kualitas dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terutama pasien yang perlu pengobatan khusus dan rutin. Sehingga tidak lagi RSUD H Sahudin ini tempat keluh kesah banyak pasien dalam pelayanan kesehatan kedepan. Akan tetapi menjadi bagian rumah sakit umum kebanggaan kita. Tuturnya.
Ketua KALIBER ACEH yang kerap di sapa Zk Agara menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas dedikasi dan komitmen tersebut. Menurutnya, memimpin rumah sakit daerah bukan perkara mudah. Tekanan, keterbatasan anggaran, serta tuntutan masyarakat yang tinggi adalah tantangan nyata. Namun di bawah komando dr. Mhd Al Fazri, tantangan itu justru dijawab dengan kerja nyata dan ketegasan yang berorientasi pada pelayanan rakyat.
Yang paling menyentuh adalah perubahan kultur. Kini pelayanan di RSUD H. Sahudin tidak lagi kaku dan birokratis. Ada kehangatan. Ada kepedulian. Ada rasa tanggung jawab yang tulus. Masyarakat yang sebelumnya datang dengan kecemasan kini pulang dengan rasa syukur. Keluarga pasien merasa dihargai.
Warga kecil merasa diperlakukan setara.
“Inilah bukti bahwa ketika seorang pemimpin bekerja dengan hati nurani, maka seluruh sistem akan bergerak dengan nurani pula. Kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang teladan. Dan dr. Mhd Al Fazri telah menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan yang profesional dan berempati bukanlah mimpi — tetapi bisa diwujudkan dengan komitmen dan integritas.
Harapan masyarakat Aceh Tenggara kini bertumpu pada konsistensi perubahan ini. Karena bagi rakyat, rumah sakit daerah bukan sekadar fasilitas — melainkan simbol hadirnya negara dalam melindungi dan menyelamatkan warganya.
Semoga semangat pelayanan yang humanis ini terus dijaga, terus diperkuat, dan menjadi standar baru dalam pelayanan kesehatan di Aceh Tenggara. Karena ketika rakyat merasa dilayani dengan hati, maka kepercayaan pun tumbuh dengan sendirinya.[Hidayat]