KBBAcehnews.com | Tapaktuan – Para pedagang di Pasar Inpres Tapaktuan mengeluhkan terhentinya pasokan listrik dan air bersih selama hampir tiga bulan terakhir.
Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas jual beli, terutama bagi pedagang ayam dan ikan yang sangat bergantung pada air dan penerangan.
Ketua Dewan Penasihat Himpunan Pedagang Pasar Inpres Tapaktuan (HPPIT), Sarbunis, menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM) yang dinilai lalai memenuhi kebutuhan dasar pedagang pasar.
“Sudah hampir tiga bulan listrik dan air mati. Akibatnya, pedagang ayam dan ikan sama sekali tidak memiliki air untuk membersihkan lapak.” kata Sarbunis, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, ketiadaan listrik membuat para pedagang merasa tidak aman saat menitipkan barang dagangan di malam hari. Kondisi pasar yang gelap meningkatkan risiko pencurian dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
“Kalau malam mati lampu, kami waswas, pedagang juga sangat terganggu, apalagi fasilitas WC sampai sekarang tidak ada air,” ujarnya.
Menurut Sarbunis, kondisi tersebut ironis karena para pedagang setiap hari tetap membayar retribusi pasar dan turut menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Aceh Selatan. Namun, hak dasar mereka sebagai pedagang justru tidak terpenuhi.
“Kami setiap hari dikutip uang retribusi dan PAD, tapi lampu dan air tidak dihidupkan. Ini sangat kami sesalkan,” tegasnya.
Akibat tidak adanya pasokan air, para pedagang terpaksa mencari alternatif sendiri, mulai dari menumpang ke tempat lain hingga mengangkut air menggunakan jerigen dari sumber air terdekat atau dari rumah masing-masing.
HPPIT berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan segera mengambil langkah konkret dengan mengaktifkan kembali pasokan listrik dan air di Pasar Inpres Tapaktuan.
“Kalau pemerintah masih punya hati untuk pedagang kecil yang menjadi penyumbang PAD, tolong hidupkan kembali air dan listrik. Pedagang hanya ingin berjualan dengan nyaman dan aman,” pungkas Sarbunis.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Aceh Selatan, Mahzar, menjelaskan gangguan dipicu korsleting pada jaringan instalasi listrik di dalam area pasar.
Menurutnya, PLN telah memeriksa panel utama dan dinyatakan baik, namun perbaikan instalasi internal memerlukan penanganan berbeda.
“PLN sudah cek panel, bagus. Kalau di dalam, beda dengan di luar. Soal kapan diperbaiki, kami akan cek ke UPTD pengelola anggaran,” ujarnya
Terkait pasokan air bersih, Mahzar menjelaskan bahwa distribusi air PDAM di Pasar Inpres Tapaktuan sangat bergantung pada pompa listrik. Karena aliran listrik terhenti, pasokan air otomatis ikut tidak berfungsi.
“Untuk air PDAM itu menggunakan pompa air. Jadi ketika listrik mati, otomatis air juga tidak hidup,” tutup Mahzar.(Red)