Selain denda, tujuh pemain naturalisasi tersebut juga disanksi larangan beraktivitas sepak bola selama 12 bulan atau satu tahun.
KBBAceh.News | Kuala Lumpur – Malaysia tidak akan pernah bisa menunjukkan bukti catatan kelahiran asli kakek-nenek dari tujuh pemain naturalisasi yang disanksi FIFA.
Skandal naturalisasi ilegal pemain Timnas Malaysia terbongkar dan FIFA sendiri yang membuktikan praktik busuk tersebut.
FIFA pun menjatuhkan sanksi denda terhadap Federasi Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi mereka.
Malaysia pun mengajukan banding atas sanksi ini dan respons beragam muncul dari tokoh-tokoh berpengaruh.
Salah satunya Sultan Johor, Tunku Ismail Idris, yang menjadi penggagas naturalisasi pemain keturunan Malaysia.
Dia adalah sosok yang bertanggung jawab dalam mencari pemain keturunan dan memproses naturalisasi ke Malaysia.
Tunku Ismail Idris pun tak diam, ia menyebut FIFA tidak konsisten dengan keputusannya sembari menyertakan bukti surat.
Hal itu ditunjukkan Tunku Ismail lewat unggahan pada akun X pribadi, Sabtu (28/9/2025), yakni surat pendaftaran registrasi nasional.
Dari surat itulah terungkap fakta Malaysia tidak akan pernah bisa menunjukkan bukti asli keturunan kakek-nenek pemain naturalisasi.
Sehingga mereka membuat salinan baru berdasarkan bukti yang mereka klaim kelahiran itu telah terjadi.
Namun, NRD juga tidak menyertakan bukti asli yang dijadikan dasar membuat salinan baru yang dipakai Pemerintah Malaysia menaturalisasi.
“NRD tidak dapat menemukan kembali catatan kelahiran asli yang ditulis tangan dari arsip sejarah,” bunyi pernyataan NRD.
“Oleh karena itu, sesuai dengan praktik administrasi saat ini, NRD menerbitkan salinan resmi berdasarkan bukti yang diajukan.”
“Bahwa suatu kelahiran telah terjadi,” imbuh mereka.
Tugas Malaysia saat ini sebenarnya sangat mudah, yakni dengan menunjukkan ke publik silsilah asli tujuh pemain naturalisasi yang disanksi.
Bahkan Indonesia pun turut dibawa-bawa, jurnalis dan media Malaysia melakukan hal sama seperti yang dilakukan Tunku Ismail.
Yakni menggiring opini bahwa seolah-olah ada pihak asing yang tidak menginginkan sepak bola Malaysia bangkit.
“Siapa yang ada di New York? Saya berharap FAM akan membuat banding secepat mungkin.”
“Kami tidak takut dan ingin menyampaikan kepada individu-individu yang khawatir dengan kebangkitan Harimau Malaya.”
“Kami akan melawan, berani karena benar,” tulis Tunku Ismail pada akun X pribadinya. (Sumber, superball.id)