KBBAceh.News | Banda Aceh – Terlebih dahulu, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada para penghulu yang terhormat. Tulisan ini ditulis sebagai respons dari beberapa permintaan yang saya terima. Banyak yang menginginkan saya untuk menuliskan contoh khutbah dan memberikan nasihat pernikahan dalam rangka memberikan panduan yang bisa menjadi renungan bagi pasangan yang akan memulai perjalanan baru dalam hidup mereka.
الحمد لله الذي جعل الزواج ميثاقا غليظا، وجعله سببا للمودة والرحمة، والصلاة والسلام على سيدنا محمدٍ، الذي علّمنا كيف نبني بيتا على أساس التقوى والإيمان، وعلى آله وأصحابه أجمعين.
Wahai ananda berdua yang dimuliakan Allah, kita berada di sini menyaksikan hari yang penuh kebahagiaan, yaitu hari di mana kalian berdua menyatukan hati dalam ikatan suci pernikahan. Ini adalah momen yang membahagiakan bagi kalian, tetapi perlu kalian ketahui bahwa kebahagiaan yang kalian rasakan saat ini adalah bagian dari kebahagiaan yang juga dirasakan oleh orang tua kalian. Ayah dan ibu yang tercinta, yang selama ini selalu ada untukmu, menonton dengan haru saat kalian duduk di pelaminan. Mereka adalah yang dulu menggendongmu saat bayi, rela terjaga saat kamu sakit, dan mereka yang bekerja keras siang dan malam untuk memastikan kamu mendapatkan pendidikan yang terbaik. Kini, mereka dengan bangga melihatmu memulai babak kehidupan yang baru.
Wahai ananda…
Hari ini mungkin menjadi hari ketika engkau tersenyum lepas dan bahagia. Namun, ketahuilah bahwa ada air mata yang tersembunyi di balik senyum ibumu karena sejak hari ini, ada orang lain yang akan mengambil alih peran merawat dan melindungimu. Demikian juga dengan ayahmu, hatinya bergetar karena engkau kini bukan sepenuhnya dalam pelukannya lagi. Namun, ingatlah bahwa mereka merelakanmu bukan karena kurangnya cinta, tetapi karena mereka menginginkan engkau untuk menemukan kebahagiaan yang sejati dalam jalan yang telah Allah setujui dan berkati.
Jangan lupakan jasa dan pengorbanan mereka, jangan pernah tinggalkan doa untuk mereka. Selalu ingat bahwa ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, begitu pula sebaliknya.
Wahai ananda…
Apabila di kemudian hari Allah memberkahi pernikahan ini dengan kehadiran seorang anak, rawatlah dan didiklah ia dalam ajaran agama, seperti yang telah dicontohkan oleh orang tuamu yang selama ini dengan sabar membimbingmu. Ajarkanlah anakmu adab dan sopan santun sebelum memberikannya ilmu pengetahuan, tanamkan akhlak mulia sebelum mengejar cita-cita. Dengan demikian, semoga kelak ia menjadi penyejuk mata yang akan senantiasa mendoakanmu ketika engkau telah tiada.
Dan jika Allah mengaruniakan harta dan kekayaan kepadamu, janganlah sampai engkau berpikir bahwa itu milikmu semata. Ingatlah selalu bahwa di dalamnya terdapat hak fakir miskin, hak anak yatim, hak tetangga, dan hak sanak saudara.
Wahai ananda…
Jadilah dirimu seorang manusia yang manusiawi, jangan berusaha menjadi malaikat yang merasa suci tanpa cela, tetapi juga jangan menjadi seperti iblis yang menggiring ke dalam kegelapan. Jadilah manusia yang mengetahui kesalahan tetapi dengan penuh kebesaran hati mau memperbaiki diri. Sekalipun jatuh, bangkitlah kembali dengan semangat baru. Meski terasa lemah, selalu gantungkanlah dirimu kepada Allah Yang Maha Kuat dan Maha Perkasa.
Wahai ananda…
Hari ini, di hadapan manusia, kamu berdua mengucapkan janji suci untuk menjadi suami-istri. Namun lebih penting dari itu, kamu juga telah membuat janji di hadapan Allah, Zat yang Maha Melihat dan Maha Menyaksi. Jangan sekali-kali mengkhianati janji tersebut, karena rumah tangga bukanlah hanya untuk dunia ini semata, tetapi juga merupakan sebuah jalan pulang menuju surga yang abadi.
Hadirin yang dirahmati Allah…
Ya Allah, pada hari ini ada seorang ayah yang dengan penuh kerelaan melepas genggamannya, setelah puluhan tahun ia menjaga tangan kecil itu dengan segenap jiwa. Ya Allah, pada hari ini, ada seorang ibu yang perlahan-lahan menghapus air matanya, setelah sekian lama ia membuai, memberi makan, dan mendoakan anaknya dalam setiap sujud dan doa.
Ya Allah, jangan sia-siakan pengorbanan dan kasih sayang mereka, balaslah dengan kasih sayang-Mu yang tidak terhingga. Ampunilah segala dosa mereka, berikanlah kesehatan yang sempurna, lapangkanlah rezeki mereka, dan semoga Engkau kumpulkan mereka di akhirat kelak bersama anak-anak dan cucu-cucu mereka di surga-Mu yang kekal abadi.
اللهم بارك لهما، وبارك عليهما، واجمع بينهما في خير.
Ya Allah, berkahilah kedua mempelai ini, limpahkan keberkahan atas keduanya, dan satukan mereka dalam kebaikan yang Engkau ridhoi.
Ya Allah, jadikanlah rumah tangga mereka sebagai rumah yang penuh cinta dan rahmah. Biarkanlah mereka menjadi pasangan yang saling menolong dalam ketaatan kepada-Mu. Karuniakanlah kepada mereka anak-anak yang saleh dan salehah, yang menjadi penyejuk pandangan di dunia ini dan pemberat amal kebaikan di akhirat nanti.
آمين يا رب العالمين.
(By Dr. Khairuddin, S.Ag,. MA)