๐——๐—ถ ๐—”๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐——๐—ผ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ผ๐˜€๐—ฎ: ๐—ž๐—ฒ๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐——๐˜‚๐—ป๐—ถ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฎ๐—ธ ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ด๐—ถ ๐—•๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐——๐—ถ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป

Akurat Mengabarkan - 6 Mei 2025
๐——๐—ถ ๐—”๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐——๐—ผ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ผ๐˜€๐—ฎ: ๐—ž๐—ฒ๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐——๐˜‚๐—ป๐—ถ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฎ๐—ธ ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ด๐—ถ ๐—•๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐——๐—ถ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

By. Dr. Khairuddin MA

Tapaktuan, KBBAceh.news – Ada yang menggema dalam dada banyak manusia hari ini: sebuah tanya yang tak kunjung menemukan jawaban, “Mengapa kebaikan dan kejahatan seolah berjalan beriringan tanpa batas yang jelas?” Di satu sudut, terdengar suara azan memanggil jiwa untuk bersujud. Tapi di sudut yang sama, terdengar jeritan korban dari kejahatan manusia. Di tengah-tengah lantunan zikir, ternyata ada yang diam-diam menjalankan tipu muslihat. Di sela-sela pengajian, ternyata ada kontrak kejahatan yang diteken dengan manis.

Hati kita bingung. Mata kita buram. Siapa sebenarnya yang harus dipercaya? Ketika Kebaikan dan kejahatan hari ini bukan lagi soal hitam dan putih, tapi abu-abu yang membingungkan.

Fenomena ini bukan kebetulan. Ia hadir seperti kabut yang turun perlahan. Kita menyaksikan orang-orang baik membela yang salah, dan orang jahat dibela dengan dalil dan argumentasi. Seolah dunia telah mengembangkan sistem pembelaan bagi semua hal: kebaikan ada pengawalnya, dan kejahatan pun punya juru bicara.

Cobalah pelan pelan kita bayangkan dunia hari ini seperti sebuah orkestra besar. Ada yang memainkan nada-nada surgawi, tapi tak sedikit yang menyisipkan nada sumbang dari dalam, sehingga musik yang terdengar jadi tak utuh. Ironisnya, kadang pemain biola yang terlihat indah, ternyata bagian dari orkestra yang memainkan lagu penghancuran.

Lalu kita bertanya: apa yang salah dari kehidupan ini? Mungkin bukan kehidupan yang salah. Tapi cara manusia memaknai hidup yang mulai menyimpang. Ketika kesuksesan lebih diutamakan dari kejujuran. Ketika citra lebih penting dari isi. Ketika sistem mendewakan hasil dan melupakan proses. Maka lahirlah generasi yang bisa tersenyum di atas kebusukan, dan bisa menangis palsu di depan kebenaran.

Fenomenologi mengajarkan kita untuk melihat pengalaman sebagaimana adanya, dari dalam kesadaran. Dan dari kesadaran itu, kita belajar bahwa banyak manusia hidup bukan dari nilai-nilai, tapi dari kepentingan. Maka nilai jadi elastis, tergantung siapa yang memakai dan untuk apa dipakai. Bahkan doa pun bisa digunakan untuk membungkus kejahatan yang rapi.

Namun, di tengah kabut itu, tetap ada cahaya. Masih ada guru yang tulus mengajar walau gajinya pas-pasan, Masih ada pejabat yang memilih jujur walau digeser dari jabatan, Masih ada pedagang yang menolak curang meski rezekinya lambat, Mereka adalah bintang-bintang kecil di langit gelap. Tak bersuara, tapi bercahaya.

Mereka memahami bahwa dunia kadang tidak memberikan keadilan yang semestinya, tetapi mereka bertekad untuk tidak menjadi penyumbang dalam ketidakadilan tersebut. Dengan penuh kesadaran, mereka berusaha menjadi pembawa perubahan positif yang dapat memberikan dampak baik kepada lingkungan sekitar.

Jika engkau merasa gelisah dengan kenyataan ini, itu tanda hatimu belum mati. Karena hanya hati yang hidup yang mampu menangis di tengah tertawanya dunia. Hanya jiwa yang waras yang masih bertanya di tengah kebiasaan gila yang dianggap biasa.

Kita tidak bisa mengubah semuanya sekaligus. Tapi kita bisa menolak menjadi kaki dari kejahatan. Kita bisa memilih untuk tidak ikut menyiram bunga busuk walau banyak yang melakukannya. Kita bisa tetap menjadi manusia meskipun dunia perlahan kehilangan kemanusiaannya.

Dan percayalah, Tuhan tidak tidur.

Mungkin dunia sedang gelap. Tapi tugas kita bukan menerangi seluruh dunia sekaligus. Tugas kita hanya satu: jangan biarkan cahaya di hati kita padam. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!