Masyarakat Aceh Tenggara Keluhkan Petugas BPJN III Wilayah Aceh Diduga Tidak Pedulikan Kondisi Jalan Negara Usai Banjir

Akurat Mengabarkan - 16 Desember 2023
Masyarakat Aceh Tenggara Keluhkan Petugas BPJN III Wilayah Aceh Diduga Tidak Pedulikan Kondisi Jalan Negara Usai Banjir
Foto kondisi Jalan Nasional di Desa Purwodadi Kecamatan Badar Agara, pasca banjir.  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Kutacane KBBAceh.news | Banyak kalangan masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara mengeluhkan kinerja petugasnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III wilayah Aceh. Pasalnya terdapat sejumlah ruas-ruas Jalan Nasional saat musim hujan digenangi air. Sehingga air mengendap di badan dan pengendara motor maupun mobil sudah melintas.

Berdasarkan amatan wartawan kbbaceh.news pada Sabtu 26 Desember 2023 terlihat di ruas Jalan Nasional Kuning I Kecamatan Bambel tidak terdapat rambu lalulintas pada jalan yang digenangi air itu. Padahal seharusnya pihak Kordinator lapangan (Korlap) harusnya memasang rambu lalulintas demi kenyamanan pengendara. Kemudian mereka selaku petugas lapangan atau Korlap dan Penilik cepat tanggap terhadap kondisi itu. Sebab genangan air di badan jalan sudah lama dibiarkan pihak BPJN III wilayah Aceh.

Foto Kondisi Jalan Negara Pasca Banjir

Bahkan salah seorang warga setempat mengatakan, kita sangat menyayangkan sikap dari petugas BPJN III Aceh yang kurang tanggap dan peduli terhadap kondisi jalan tersebut. Dan sepertinya mereka membiarkan genangan air ini. Ungkap Hasanba warga setempat.

Kemudian kondisi jalan berikutnya di terdapat di desa Purwodadi kecamatan Badar Agara, Kondisi jalan dipenuhi lumpur dan material kerikil . Karena guyuran hujan deras semalam. Kami terpaksa membersihkan material jalan ini dengan inisiatif sendiri. Karena pihak petugas BPJN III Aceh Korlap nya seperti tidak peduli dengan kondisi jalan setelah banjir. Sebut seorang pedagang warga disana.

“Dengan terpaksa kami sendiri yang membersihkan material jalan ini pak. Karena kami jualan. Jika tidak segera kami bersihkan, kami khawatir lumpur dan material kerikil ini mengering dan abu-abu akan berterbangan, dan jualan kami pasti tidak akan laku.” Keluh mereka.

Selanjutnya terkait bobroknya kinerja tenaga Kordinator lapangan dan Penilik BPJN III Aceh, anggota Komisi C DPRK Aceh Tenggara, Gabe Maratua Tambunan SE kepada media ini, mengungkapkan dirinya juga sangat kecewa dan kesal terhadap kinerja personil lapangan pihak BPJN III wilayah Aceh. Katanya kita sangat menyayangkan mereka belum maksimal bekerja untuk melakukan penanganan ruas jalan yang berlumpur akibat banjir.

Sedangkan kita ketahui bersama ada beberapa ruas-ruas jalan yang seharusnya membutuhkan drainase (paret), guna untuk menghindari terjadinya genangan air di badan jalan. Akan tetapi ini tidak mereka buat derainase nya. Dan juga rambu lalulintas sangat minim. Sehingga pengguna rawan sekali terjadi kecelakaan apa lagi pada malam hari.

“Saya merasa heran, apakah petugas atas personil BPJN III wilayah Aceh yang ditempatkan di Aceh Tenggara tidak bekerja, atau memang mereka hanya menerima gaji buta saja, tanpa bekerja. Kemudian kita juga sangat susah berkomunikasi dengan mereka. Karena pihak Korlap dan Penilik jarang ditemukan di lokasi.

Untuk itu kita meminta ketegasan dari
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh (BPJN) Aceh untuk segera mengevaluasi kinerja Korlapnya di Aceh Tenggara, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 35 BPJN Aceh, Teuku Munawar, sebab sebagai petugas lapangan seharusnya mereka respon cepat terhadap semua keluhan masyarakat kita. Dan sebaiknya untuk petugas Korlap dan Penilik diangkat dari putra daerah saja. Supaya mereka bisa bekerja maksimal. Harap Gabe Maratua Tambunan .

Sementara itu, Korlap BPJN III Aceh, Said Klidin, saat dikonfirmasi lewat WhatsApp nya mengatakan, saya selaku pegawai negeri sipil dimana saja siap untuk ditempatkan. Karena sudah di sumpah. Kemudian saya juga minta kalau bisa, saya dikembalikan saja lagi ke kabupaten Gayo Lues. Singkatnya

Diberitakan sebelumnya bahwa personil BPJN III wilayah Aceh khususnya Korlap dan Penilik tidak bekerja profesional sesuai dengan kontrak kerja. Karena ketika musim hujan tiba sejumlah ruas-ruas jalan nasional Kutacane -Batas Sumur badan jalan digenangi air , lantaran petugas tidak responsif.

Hal tersebut tidak terlepas bobroknya kinerja tenaga Kordinator lapangan (Korlap) dan Penilik Balai  Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III wilayah Aceh. Karena  mereka sebagai tenaga Korlap diduga tidak bekerja secara maksimal dan profesional sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menjalankan tugasnya. Seharusnya sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) dan  Penilik  kini kondisi Jalan Nasional Kutacane -Lawe Pakam batas Sumatra Utara. Sehingga kini banyak menuai masalah.[Hidayat]

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Berita Terkini

“𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿𝗸𝗮𝗵 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗔𝗰𝗲𝗵? 𝗜𝗻𝗶 𝗝𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵, 𝗛𝗶𝗸𝗮𝘆𝗮𝘁 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮, 𝗱𝗮𝗻 𝗙𝗮𝗸𝘁𝗮 ‘𝗦𝗲𝗿𝗮𝗺𝗯𝗶 𝗠𝗲𝗸𝗸𝗮𝗵’ 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝘁𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮!”

“𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿𝗸𝗮𝗵 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗔𝗰𝗲𝗵? 𝗜𝗻𝗶 𝗝𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵, 𝗛𝗶𝗸𝗮𝘆𝗮𝘁 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮, 𝗱𝗮𝗻 𝗙𝗮𝗸𝘁𝗮 ‘𝗦𝗲𝗿𝗮𝗺𝗯𝗶 𝗠𝗲𝗸𝗸𝗮𝗵’ 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝘁𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮!”

News   Peristiwa
Bekas Longsoran Batu Menggantung di Jalur Tapaktuan–Medan, Ketua RAPI Aceh Selatan Desak Penanganan Cepat

Bekas Longsoran Batu Menggantung di Jalur Tapaktuan–Medan, Ketua RAPI Aceh Selatan Desak Penanganan Cepat

Berita   Nanggroe   News
Dikebut TNI, Dua Jembatan Strategis di Aceh Selatan Masuki Tahap Konstruksi Penting

Dikebut TNI, Dua Jembatan Strategis di Aceh Selatan Masuki Tahap Konstruksi Penting

Berita   Nanggroe   News
Di Tepi Krueng Kluet, Kepemimpinan RAPI Lokal Kluet Utara Resmi Beralih ke Azhardi JZ01TLN

Di Tepi Krueng Kluet, Kepemimpinan RAPI Lokal Kluet Utara Resmi Beralih ke Azhardi JZ01TLN

Berita   Headline   News
Pemasangan Lanjutan Jembatan Aramco di Pasi Rasian dikerjakan Secara Gotong Royong oleh TNI dan Warga

Pemasangan Lanjutan Jembatan Aramco di Pasi Rasian dikerjakan Secara Gotong Royong oleh TNI dan Warga

Berita   Nanggroe   News
Harga Pupuk Subsidi Melebihi Het, Lsm Kaliber Aceh Desak KP3 Evaluasi Seluruh Distributor dan Kios di Aceh Tenggara

Harga Pupuk Subsidi Melebihi Het, Lsm Kaliber Aceh Desak KP3 Evaluasi Seluruh Distributor dan Kios di Aceh Tenggara

Berita   Nanggroe   News
Petani Leuser Mengeluh, Harga Pupuk Urea Subsidi Tembus Rp125 Ribu per Zak

Petani Leuser Mengeluh, Harga Pupuk Urea Subsidi Tembus Rp125 Ribu per Zak

Berita   Headline   News
Satreskrim Polres Aceh Selatan Ringkus Pelaku Pencurian Minyak Nilam di Kluet Utara

Satreskrim Polres Aceh Selatan Ringkus Pelaku Pencurian Minyak Nilam di Kluet Utara

Berita   Nanggroe   News
KEDALAMAN AKAL DAN KEHENINGAN UCAPAN

KEDALAMAN AKAL DAN KEHENINGAN UCAPAN

Kolom   News
Ketua Baitul Mal Aceh Selatan Tinjau Griya Tuan Tapa, Tegaskan Dana Umat Harus Berdampak Nyata

Ketua Baitul Mal Aceh Selatan Tinjau Griya Tuan Tapa, Tegaskan Dana Umat Harus Berdampak Nyata

Berita   Nanggroe   News
error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!